IHSG Sepekan, Aksi Borong Asin Berlanjut hingga Cetak Rekor Baru
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan ini berhasil torehkan lompatan harga ke level tertinggi baru (all time high/ATH) setelah ditutup menguat 51,11 poin (0,67%) menjadi 7.721,84.
Tak hanya itu, indeks sempat menyentuh rekor intraday tertinggi tiga hari sepanjang pekan ini, yaitu rekor intraday pertama 7.726,19 pada 2 September, kemudia 7.726,66 pada perdagangan 3 September, dan selanjutnya rekor 7.754,47 pada 6 September 2024.
Baca Juga
Suspensi Saham Asuransi Syariah Ini (JMAS) Dicabut Senin Lusa, Masih Bisa Menguat?
Selain cetak rekor, pemodal asing terpantau makin gencar memborong saham dengan nilai Rp 3,26 triliun pekan ini. Terjadi penurunan dibandingkan pekan sebelumnya senilai Rp 15,09 triliun. Tingginya net buy saham pekan lalu dipicu adanya crossing saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), PT Mandala Multifininace Tbk (MFIN), dan beberapa saham lainnya Rp 12,44 triliun.
Penguatan indeks pekan ini ditopang atas kenaikan sebanyak 389 saham dan 225 saham ditutup stagnan. Hnaya sebanyak 325 saham yang mencatatkan penurunan.
Baca Juga
BEI: Total Emisi Obligasi dan Sukuk Tembus Rp 87,19 triliun Sepanjang 2024
Secara sectoral, penguatan indeks pekan ini ditopang berkat lompatan saham sektor keuangan 4,26%, sektor Kesehatan 2,33%, sektor teknologi 1,28%, sektor infrastruktur 1,44%, dan sektor property 2,11%. Sebaliknya penurunan sektor paling dalam melanda sektor material dasar 2,1%, sektor energi 0,68%, dan sektor consumer primer 0,20%.
Sedangkan nilai rata-rata perdagangan saham harian sepekan ini turun dari Rp 35,86 triliun menjadi Rp 10,69 triliun, seiring minimnya crossing saham di pasar negosiasi bernilai jumbo. Kapitalisasi pasar saham BEI juga melesat dari Rp 13.114 triliun menjadi Rp 13.217 triliun.
Grafik IHSG

