Kripto Turun Berjamaah, Analis JPMorgan Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus US$ 126.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar aset kripto kembali bergerak melemah pada perdagangan Sabtu (30/8/2025). Harga sejumlah kripto utama kompak terkoreksi dalam sepekan terakhir, dipimpin oleh Bitcoin (BTC) yang turun ke level US$ 108.110 per koin atau melemah 3,17% dalam 24 jam terakhir dan 7,32% dalam sepekan. Bahkan pada subuh dini hari harga koin nomor wahid itu sempat berada di US$ 107.697 dan kembali menanjak perlahan. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar US$ 2,15 triliun dengan volume perdagangan harian mencapai US$ 77,36 miliar.
Analis JPMorgan menilai harga Bitcoin (BTC) saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya, terutama jika dibandingkan dengan emas. Volatilitas Bitcoin yang menurun drastis justru dipandang sebagai faktor positif yang membuat aset ini semakin menarik bagi investor institusi.
Tim analis yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou menyebut harga wajar Bitcoin seharusnya berada di kisaran US$ 126.000 per koin, dengan peluang level tersebut tercapai sebelum akhir tahun.
Salah satu temuan utama JPMorgan adalah penurunan tajam volatilitas Bitcoin, dari hampir 60% di awal tahun menjadi hanya 30% saat ini, level terendah sepanjang sejarah. Kondisi ini membuat Bitcoin semakin stabil dan lebih mudah diintegrasikan ke dalam portofolio institusi. “Perkembangan paling mencolok tahun ini adalah runtuhnya volatilitas Bitcoin, yang kini berada di level 30% secara historis rendah. Kami melihat salah satu faktor utama di balik fenomena ini adalah percepatan pembelian Bitcoin oleh korporasi,” tulis Panigirtzoglou melansir Decrypt, Sabtu (30/8/2025)
JPMorgan mencatat lebih dari 6% pasokan Bitcoin kini terkunci di neraca perusahaan publik. Arus pembelian dari korporasi ini berfungsi layaknya quantitative easing bank sentral pasca-krisis 2008, yaitu menekan fluktuasi harga dengan mengunci aset dalam kepemilikan jangka panjang.
Baca Juga
Saham Indokripto Koin Semesta (COIN) Kembali Disuspensi, Ini Penjelasan Manajemen
Fenomena ini semakin kuat setelah sejumlah perusahaan besar masuk ke indeks global. MicroStrategy telah ditambahkan ke indeks utama, sementara Metaplanet naik ke kategori mid-cap dalam FTSE Russell sehingga otomatis masuk FTSE All-World Index. Perubahan ini mendorong aliran modal pasif baru ke Bitcoin.
Tak hanya itu, persaingan korporasi dalam menimbun Bitcoin kian memanas. Perusahaan Nasdaq KindlyMD mengajukan rencana penggalangan dana hingga US$ 5 miliar setelah menetapkan Bitcoin sebagai cadangan utama, sementara perusahaan BSTR milik Adam Back disebut berambisi menyaingi Marathon Digital sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar kedua setelah Strategi.
JPMorgan menegaskan, dengan volatilitas yang terus menurun, risiko relatif Bitcoin terhadap emas semakin menyempit. Saat ini, rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas berada di level 2,0, terendah sepanjang catatan. Artinya, Bitcoin hanya menyerap dua kali lebih banyak modal risiko dibanding emas dalam portofolio investasi.
Jika disetarakan dengan nilai investasi emas privat sekitar US$ 5 triliun, kapitalisasi pasar Bitcoin yang berada di kisaran US$ 2,2 triliun masih perlu naik sekitar 13%. Hal ini mengimplikasikan harga wajar Bitcoin di level US$ 126.000. Laporan tersebut juga menyoroti perubahan besar dalam valuasi Bitcoin. Pada akhir 2024, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 36.000 di atas nilai wajarnya. Kini, posisinya justru sekitar US$ 13.000 di bawah level tersebut, menandakan ruang kenaikan yang masih terbuka lebar.
Baca Juga
JPMorgan Sebut Stabilitas Bitcoin akan Menarik Kembali Investor Besar
Kompak Turun
Tak hanya BTC, Ethereum (ETH) juga mencatat pelemahan signifikan. Aset kripto terbesar kedua ini diperdagangkan di level US$ 4.327,77, turun 2,60% dalam 24 jam terakhir dan 9,50% dalam sepekan. Kapitalisasi pasar Ethereum mencapai US$ 522,39 miliar dengan volume perdagangan harian US$ 46,37 miliar.
Sementara itu, XRP diperdagangkan di level US$ 2,80, melemah 4,68% dalam 24 jam terakhir dan 7,19% dalam sepekan. Kapitalisasi pasar XRP sebesar US$ 166,09 miliar dengan volume perdagangan US$ 8,30 miliar.
Sedangkan BNB (Binance Coin) masih relatif stabil di level US$ 859,48, hanya turun 1,54% dalam 24 jam terakhir dan 2,86% dalam sepekan. Kapitalisasi pasar BNB tercatat US$ 119,63 miliar.
Di sisi lain, Solana (SOL) menjadi salah satu aset yang bergerak positif dalam sepekan. SOL diperdagangkan di level US$ 204,69, meski turun 3,70% dalam 24 jam terakhir, masih mencatatkan kenaikan 3,57% dalam sepekan terakhir. Kapitalisasi pasar Solana sebesar US$ 110,69 miliar dengan volume perdagangan harian US$ 13,40 miliar.
Pergerakan ini menunjukkan sentimen pasar kripto masih dibayangi tekanan jual, meski beberapa aset seperti Solana mulai menunjukkan rebound terbatas.

