Saham XLSmart (EXCL) Jatuh Usai Umumkan Rugi Bersih Signifikan di Semester I
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) pada perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/8/2025), usai diumumkan kinerja keuangan semester I-2025 dengan rugi bersih jumbo. Rugi tersebut dipicu lompatan beban yang lebih tinggi, dibandingkan dengan kenaikan pendapatan.
Hingga penutupan sesi I BEI, saham EXCL anjlok sebanyak Rp 230 (7,77%) menjadi Rp 2.730. Rentang pergerakannya Rp 2.710-2.970. Meski demikian, saham EXCL masih catatkan kenaikan lebih dari 7% dalam sebulan terakhir. Penurunan saham EXCL terbesar, dibandingkan operator lainnya TLKM dan ISAT.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,30% Terdorong BREN, Empat Saham Ini ARA
XLSmart (EXCL) menatatkan rugi periode berjalan menjadi Rp 1,21 triliun pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,03 triliun. Rugi bersih tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru naik dari Rp 17,05 triliun menjadi Rp 19,09 triliun.
Berdasarkan rilis kinerja keuangan di BEI disebutkan bahwa rugi bersih dipengaruhi atas pertumbuhan beban yang lebih tinggi, dibandingkan pendapatan. Beba naik dari Rp 14,10 triliun menjadi Rp 18,58 triliun. Penyumbang terbesar datang dari beban penyusutan mencapai Rp 7,30 triliun, beban infrastruktur Rp 5,36 triliun, dan beban interkoneksi Rp 2,12 triliun.
Kenaikan signfikan beban tersebut menjadikan laba operasional perseroan turun drastic menjadi Rp 525,17 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,94 triliun. EXCL juga catatkan kenaikan biaya keuangan dari Rp 1,53 triliun menjadi Rp 1,86 triliun.
Baca Juga
GOTO Kian Dekat Profit, ODS Melambat tapi GTF Tumbuh Pesat, Bagaimana Sahamnya?
XL Axiata, Smartfren Telecom, dan Smart Telcom sebelumnya telah menuntaskan merger dengan nilai gabungan pra sinergi mencapai US$ 6,5 miliar atau Rp 104 triliun. Merger tersebut akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama XLSmart. XLSmart dikendalikan secara bersama-sama Axiata Group Berhard dan Sinar Mas dengan porsi masing-masing saham 34,8%.
Merger tersebut juga disebut menciptakan nilai sinergi berkisar US$ 300-400 juta per tahun dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan setelah merger. Dengan asumsi kurs Rp 16.000/US$, estimasi nilai sinergi tersebut setara dengan Rp 4,8 – 6,4 triliun per tahun sebelum pajak.
Nilai sinergi datang dari jaringan dan infrastruktur teknologi informasi, pengadaan dan aspek komersial. EXCL dan FREN dapat melakukan optimalisasi jaringan dengan menon-aktifkan 20-30% jaringan yang tumpang tindih. Dari sisi ekspansi, entitas baru XLSmart dapat berinvestasi selektif di kota-kota yang ditargetkan dengan fokus pada profitabilitas. Selanjutnya dari aspek akselerasi saluran digital dapat dicapai dengan memberikan pengalaman digital baru.

