IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,30% Terdorong BREN, Empat Saham Ini ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (27/8/2025), ditutup menguat sebanyak 23,53 poin (0,30%) menjadi 7.929. Rentang pergerakan 7.894-7.938 dengan nilai transaksi Rp 10,55 triliun.
Penopang utama penguatan indeks datang dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) setelah naik 9,58% menjadi Rp 9.725. Sedangkan sektor saham penyumbang adalah sektor industri menguat 2,52%, material dasar naik 1,53%, transportasi 1,52%, infrastruktur 0,93%, dan properti 0,82%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan, konsumer primer, dan konsumer non primer.
Baca Juga
Trump Bikin Pasar Terguncang, Harga Emas Antam Meroket ke Rp 1,940 Juta
Seiring dengan kenaikan ini, empat saham berikut torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) naik 25% menjadi Rp 410, PT Pradiksi Gunatama TBk (PGUN) melesat 24,92% menjadi Rp 1.980, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sebanyak 24,84% menjadi Rp 1.005, dan PT Perdana Bangun Psakan Tbk (KONI) menguat 24,80% menjadi Rp 1.560.
Meski tak ARA, saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) ikut melesat 27,37% menjadi Rp 242 dan saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) juga melesat 27,01% menjadi Rp 174. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham JECC dengan pelemahan 14,91% menjadi Rp 1.370, RELI melemah 10,56% menjadi Rp 720, DEFI turun 9,40% menjadi Rp 530, LAPD turun 9,09% menjadi Rp 90, EXCL melemah 7,77% menjadi Rp 2.730, dan FITT turun 7,73% menjadi Rp 334.
Kemarin, IHSG ditutup melemah 21,15 poin (0,27%) menjadi 7.905, meski demikian investor asing justru membukukan pembelian bersih (net buy) saham jumbo mencapai Rp 2,37 triliun, terbesar AMMN Rp 2,29 triliun, CUAN Rp 708,72 miliar, dan MDKA Rp 433,72 miliar.
Baca Juga
GOTO Kian Dekat Profit, ODS Melambat tapi GTF Tumbuh Pesat, Bagaimana Sahamnya?
Penurunan tersebut pelemahan saham sektor material dasar 1,43%, sektor properti melemah 1,38%, sektor konsumer pimer turun 0,69%, sekto konsumer non pimer turun 0,61%, dan sektor infrastruktur melemah 0,48%. Sebaliknya pengautan melanda saham sektor energi, industi, kesehatan, dan teknologi.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti DFAM naik 34,38% menjadi Rp 86, JARR naik 24,77% menjadi Rp 1.335, dan OASA naik 24,27% menjadi Rp 256.

