Umumkan Aksi Ini, Saham PIK2 (PANI) Langsung Melorot
JAKARTA, investortrust.id – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 akan menggelar penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMTED) atau private placement sebanyak 20,90 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 14.350. Total dana yang diraup mencapai Rp 300 miliar.
Usai pengumuman ini, saham PANI dibuka langsung turun. Hingga pukul 09.17 WIB, saham PANI telah melemah Rp 1000 (6,24%) menjadi Rp 15.025. Penurunan harga juga melanda saham anak usahanya PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) sebanyak 4,74% menjadi Rp 6.550.
Baca Juga
Manajemen dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/8/2025), menyebutkan bahwa dana private placement ini bertujuan untuk merealisasikan rencana bisnis melalui penguatan struktur permodalan dan menunjang kelangsungan kegiatan usaha entitas anak, yakni PT Cahaya Inti Sentosa, PT Panorama Eka Tunggal, dan PT Karunia Utama Selaras, entitas anak yang dimiliki sebesar 99% ke atas.
PANI mengungkap PMTHMTED III akan dilaksanakan pada 2 September 2025. Private placement ini telah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 26 Juni 2024.
Perusahaan properti besutan Agung Sedayu Group dan Salim Group, PIK2 (PANI) sebelumnya telah meraih restu untuk private placement sebanyak 10% saham atau setara dengan 1,56 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Baca Juga
BEI Akhrinya Suspen Saham COIN, NINE, dan DATA, Sebaliknya HBAT Dibuka
Manajemen PANI menyebutkan bahwa dana hasil private placement tersebut akan digunakan untuk penguatan struktur permodalan prseroan guna mendukung kegiatan usaha. Dana juga berpotensi digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dana anak-anak usahanya.
Masuknya investor strategis melalui private placement akan mengubah susunan pemegang saham perseroan, yaitu PT Multi Artha Pratama tetap bertindak sebagai pemegang saham dengan persentasi turun dari 89,02% menjadi 81,09%. Investor baru akan bertindak sebagai pemegang 9,09% saham dan sisanya pemegang saham public 9,82%.
Perseroan sebelum telah menuntaskan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHETD) dengan melepas sebanyak 2,09 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 5.000 per saham pada akhir 2023, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 10,48 triliun. Senilai Rp 9,4 triliun dari dana tersebut digunakan untuk mengakuisisi tujuh perusahaan yang menguasai cadangan lahan jumbo.

