Saham ASII Melesat dan Diborong Asing Hari Ini, Bagaimana Target Harganya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) kembali melanjutkan penguatan signifikan pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/8/2025). ASII juga tercatat sebagai saham dengan pembelian bersih (net buy) terbesar oleh pemodal asing mencapai Rp 852,78 miliar sepanjang hari ini.
Berdasarkan data BEI, saham ASII berhasil melesat sebanyak 9,95% menjadi Rp 5.525. Dengan demikian, kenaikan harga saham ini telah mencapai 11,84% dalam lima hari transaksi dan kenaikan year to date (ytd) mencapai 11,62%. Saham ASII juga menjadi buruan investor asing bernilai Rp 852,78 miliar hari ini dan mencapai Rp 1,94 triliun dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
Pendapatan Astra International (ASII) Capai Rp 162,85 Triliun di Semester I-2025
Lalu, bagaiman prospek sesungguhnya ASII? Mandiri Sekuritas dalam riset beberapa waktu lalu memberikan pandangan positif terhadap ASII didukung pertumbuhan kuat kinerja sejumlah segmen bisnis, seperti segmen jasa keuangan, sehingga bisa menjadi penopang laba bersih secara keseluruhan. Dengan mempertimbangkan kinerja tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 6.350 per saham.
Rekomendasi beli saham ASII juga diberikan BRI Danareksa Sekuritas. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan realisasi laba semester I-2025 senilai Rp 16 triliun setara dengan 53% dari proyeksi BRI Danareksa Sekuritas dan 50% konsensus analis untuk tahun penuh 2025 atau sejalah dengan ekspektasi pasar. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 5.800 per saham.
Laba bersih tersebut ditopang anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) yang membukukan laba operasi Rp 6,2 triliun didorong perbaikan kondisi cuaca yang meningkatkan produksi Pama Persada. Berdasarkan data kinerja keuangan ASII semester I terungkap bahwa seluruh segmen bisnis berhasil catatkan pertumbuhan kecuali otomotif, penjualan alat berat, hingga infrastruktur-logistik.
Baca Juga
Astra Jual 31.772 Mobil di Juli 2025, Pangsa Pasar Tetap 54% di Tengah Optimisme di Semester II 2025
Segmen agribisnis menunjukkan lonjakan laba operasi menjadi sebanyak 78,8% menjadi Rp 1,03 triliun pada semester I-2025 berkat penguatan harga CPO, segmen informasi teknologi naik 30% menjadi Rp 117 miliar, segmen property naik 14,5% menjadi Rp 63 miliar.
Begitu juga dengan segmen jasa keuangan membukukan pertumbuhan laba operasi sebanyak 5,6% menjadi Rp 4,65 triliun pada semester I-2025. “Kombinasi kinerja positif UNTR, agribisnis, dan jasa keuangan berhasil mengimbangi penurunan tajam laba operasi dari segmen otomotif roda empat yang merosot 42% qoq dan 87% yoy,” tulis riset tersebut.

