Pendapatan Astra International (ASII) Capai Rp 162,85 Triliun di Semester I-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) membukukan kenaikan pendapatan bersih sebanyak 2% menjadi Rp 162,85 triliun per semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 159,96 triliun. Pertumbuhan pendapatan ditopang seluruh divisi.
Laba bersih perseroan, tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina, mencapai Rp 16,0 triliun atau 4% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar tersebut, laba bersih ASII turun 2% menjadi Rp 15,5 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 15,85 triliun.
Baca Juga
Astra (ASII) masih Merajai Penjualan Mobil Nasional, Pangsa Pasar Capai Segini di Semester I-2025
Dari tujuh segmen bisnis ASII, lima segmen berhasil catatkan kenaikan laba, yaitu segmen agribisnis, infrastruktur, teknologi informasi, jasa keuangan, dan property. Sebaliknya segmen otomotif dan mobilitas serta alat berat, pertambangan, konstruksi hingga energi mengalami penurunan. Sedangkan nilai aset bersih per saham ASII meningkat menjadi Rp 5.385 hingga Juni 2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 5.277. Angka tersebut lebih tinggi dari harga penutupan saham ASII, Rabu (30/7/2025), Rp 5.150.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/7/2025), perolehan tersebut menjadikan laba per saham ASII menjadi Rp 383 per semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 392 per saham. ASII juga berhasil mempertahankan kas dan setara kas pada akhir periode tetap kuat mencapai Rp 53,10 triliun atau hanya turun tipis dari posisi periode semester I-2024 mencapai Rp 53,11 triliun.
Presiden DirekturDjony Bunarto Tjondro mengatakan, kinerja Grup pada semester pertama tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring dengan kondisi bisnis yang menantang. Grup memperkirakan bahwa dampak dari kondisi harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil nasional, dapat menyebabkan kinerja Grup yang relatif sama untuk sisa tahun ini.
“Namun demikian, kami tetap optimistis terhadap ketahanan portofolio kami yang terdiversifikasi, dan berkomitmen untuk menjaga disiplin keuangan serta keunggulan operasional, sambil terus secara seksama mencari peluang pertumbuhan jangka panjang,” tulisnya dalam penjelasan resminya, hari ini.
Baca Juga
Astra (ASII) akan Akuisisi 83,67% Saham Mega Manuggal (MMLP), Saham MMLP justru Turun
Sebelumnya, Astra International (ASII) melalui anak usaha terkonsolidasi, PT Saka Industrial Arjaya, telah menandatangani perjanjian bersyarat terkait rencana akuisisi sebanyak 83,67% saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) pada 21 Juli 2025.
Sekretaris Perusahaan Astra International Gita Tiffani Boer melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/7/2025), menyebutkan bahwa Saka Industrial Arjaya berencana membeli saham SSIA dari pengendali PT Suwarna Arta Mandiri yang menggenggam 49,23% saham dan pemegang saham lainnya Bridge Leed Ltd yang menggenggam 17,51% saham MMLP.

