Tujuh Saham Dipimpin BEER Cetak ARA, Meski IHSG Ditutup Melemah 0,43% Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/8/2025), ditutup terkoreksi 35,43 poin (0,43%) menjadi 7.862,95. Rentang pergerakan 7.854-7.931 dengan nilai transaksi Rp 16,66 triliun. Penurunan tersebut dipicu atas koreksi hampir seluruh saham emiten Prajogo Pangestu.
Berdasarkan data penurunan terbesar saham Prajogo, yaitu saham BREN melemah 2% menjadi Rp 8.575, TPIA turun 2,72% menjadi Rp 8.950, BRPT melemah 2,19% menjadi Rp 2.230, CDIA melemah 2,88% menjadi Rp 1.515. Sebaliknya saham CUAN dan PTRO berhasil naik.
Baca Juga
OJK Tegaskan Tata Kelola Bukan Sekadar Regulasi, Tapi Harus Jadi Aksi Nyata
Secara sektoral, penurunan dipicu atas koreksi saham sektor teknologi 0,47%, sektor infrastruktur 0,54%, sektor keuangan 0,21%, dan sektor konsumer primer 0,21%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industri 1,85%, sektor transpotasi 1,44%, sektor kesehatan 1,41%, dan sektor energi 0,63%.
Meski IHSG ditutup melemah tujuh saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) naik 35% menjadi Rp 135, PT First Media Tbk (KBLV) sebanyak 34,85% menjadi Rp 178, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) naik 34,72% menjadi Rp 260, PT Cahayasakti Investindo Sukes Tbk (CSIS) naik 34,38% menjadi Rp 129, dan PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) naik 33,80% menjadi Rp 95.
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) sebanyak 25% menjadi Rp 1.200, dan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) naik 24,75% menjadi Rp 630. Sebaliknya penurunan melanda saham INPP melemah 13,27% menjadi Rp 850, DEFI melemah 9,55% menjadi Rp 805, PGUN melemah 9,86% menjadi Rp 1.280, AMMS melemah 9,66% menjadi Rp 159, dan ZYRX melemah 7,87% menjadi Rp 164.
Baca Juga
Anggaran Kementerian PU 2026 Naik 37,8% Jadi Rp 118,5 Triliun, untuk Apa Saja?
IHSG pekan lalu ditutup melesat sebanyak 4,84% ke level 7.898,37, bahkan sempat sentuh rekor tertinggi atau ATH 8.018,06. Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar (market cap) BEI ke level tertinggi baru Rp 14.267 triliun.
BEI juga mencatatkan rekor pembelian bersih (net buy) saham minguan mencapai Rp 6,67 triliun sepanjang 11-15 Agustus 2025. Catatan net buy tersebut jauh lebih tinggi, dibandingkan net buy pekan lalu Rp 124,22 miliar.
Kenaikan indeks pekan lalu didorong penguatan sebanyak 495 saham dan 182 saham ditutup stagnan. Hanya 279 saham yang ditutup melemah. Saham penyumbang utama kenaikan indeks pekan ini, yaitu saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 28,04%, BBRI naik 11,35%, DSSA menguat 17,81%, dan TLKM naik 12,59%. Sebaliknya saham pemberat IHSG pekan ini datang dari penurunan saham BRPT, MDKA, AMMN, ANTM, dan AMRT.

