Tujuh Perusahaan Ikut Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Dua Perushaaan Dikendalikan DSSA Ikut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) melalui Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi 1,4 GHz resmi merilis daftar penyelenggara telekomunikasi yang telah mengambil akun sistem lelang elektronik (e-auction) untuk seleksi pengguna pita frekuensi tersebut.
Terdapat tujuh perusahaan yang mengikuti proses lelang, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT XLSMART Telecom Sejahtera yang dikendalikan bersama Axiata dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Sinarmas, PT Indosat Tbk, PT Telemedia Komunikasi Pratama yang dikendalikan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Netciti Persada, PT Telekomunikasi Selular, dan PT Eka Mas Republik yang dikendalikan secara tidak langsung PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Sinarmas.
Pengumuman ini disampaikan melalui laman resmi Komdigi, Kamis (14/8/2025), merujuk pada hasil pengambilan akun e-auction yang dilaksanakan pada Senin-Rabu, 11-13 Agustus 2025 pukul 09.00 - 15.00 WIB. Daftar tersebut diurutkan berdasarkan waktu pengambilan akun.
Baca Juga
Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Threshold Commitment Jadi Syarat Mutlak!
“Selanjutnya, penyelenggara telekomunikasi yang telah mendapatkan akun sistem e-Auction dapat melakukan pengunduhan Dokumen Seleksi,” tulis Tim Seleksi dalam pengumumannya.
Dokumen seleksi dapat diunduh melalui sistem e-Auction mulai 11 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB hingga 20 Agustus 2025 pukul 15.00 WIB. Nantinya, tujuh peserta diharapkan mempelajari isi dokumen secara detail dan menyiapkan daftar pertanyaan jika ada substansi yang memerlukan klarifikasi.
Setelah mengunduh dokumen, para penyelenggara telekomunikasi tersebut resmi berstatus sebagai Calon Peserta Seleksi. Mereka lalu diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan tertulis terkait dokumen melalui surat resmi.
Baca Juga
Ekonom: Lelang Frekuensi 1,4 GHz Pacu Inovasi dan Efisiensi Operator
Sebagai pengingat, seleksi pengguna pita frekuensi 1,4 GHz ini diperuntukkan bagi layanan Broadband Wireless Access (BWA) yang diyakini akan memperkuat kapasitas jaringan data, terutama untuk mendukung ekspansi layanan 5G dan konektivitas daerah terpencil.
Hasil lelang nantinya akan menentukan siapa saja penyedia layanan yang mendapatkan alokasi spektrum, yang menjadi salah satu sumber daya strategis dalam industri telekomunikasi nasional.

