Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Threshold Commitment Jadi Syarat Mutlak!
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Pemerintah menetapkan syarat ketat bagi operator telekomunikasi yang ingin memenangi lelang frekuensi 1,4 GHz, yakni harus memenuhi threshold commitment, yaitu komitmen pembangunan jaringan yang ambisius selama lima tahun ke depan.
Dirjen Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, Wayan Toni, menjelaskan bahwa threshold commitment menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi pemenang lelang.
Baca Juga
Kemenkomdigi Buka Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Ini Syarat dan Aturannya!
“Kalau kami menargetkan sekian 'X juta' (homepass internet), tapi komitmen mereka dalam lima tahun lebih kecil dari itu, berarti tidak memenuhi syarat,” kata Wayan saat ditemui di SMPK Penabur, Gading Serpong, Kab. Tangerang, Senin (4/8/2025).
Threshold commitment sendiri merupakan bentuk jaminan bahwa operator tidak hanya siap secara finansial dan administratif, tetapi juga serius memperluas jaringan fixed broadband hingga menjangkau puluhan juta rumah tangga di Indonesia.
Menurut Wayan, setelah tahap pengumuman yang berlangsung hingga 11 Agustus 2025, operator akan memperoleh akun digital untuk mengakses dokumen lelang. Setelah itu, mereka harus mengisi rencana bisnis dan menjawab sesi aanwijzing, atau forum tanya jawab antara peserta dan penyelenggara.
Baca Juga
Ekonom: Lelang Frekuensi 1,4 GHz Pacu Inovasi dan Efisiensi Operator
“Kami ingin memastikan operator tidak hanya sekadar ikut, tapi benar-benar siap bangun jaringan sesuai target. Kalau tidak sampai target, gugur,” tegasnya.
Sekadar informasi, lelang frekuensi 1,4 GHz ditujukan untuk mendukung layanan internet rumahan berbasis teknologi jaringan fiber optik dan BTS yang langsung terhubung ke pelanggan. Dengan kapasitas hingga 100 Mbps, internet ini diharapkan terjangkau, khususnya untuk wilayah padat dan berkembang.
Nantinya pemenang lelang dijadwalkan diumumkan pada Oktober 2025, dan pembangunan jaringan bisa dimulai secepatnya pada November hingga Desember 2025. “Sudah ada vendor yang siapkan BTS dan modem-nya. Jadi sebenarnya tinggal jalan,” imbuh Wayan.
Sejumlah operator diketahui telah menyatakan minat ikut lelang, antara lain PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (Surge/WIFI) dan PT Sinergi Inti Teknologi (INET) yang optimistis meraih spektrum untuk internet murah. Tak cuma itu, tiga operator besar Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata turut memandang frekuensi 1,4 GHz sebagai peluang strategis untuk memperluas fixed broadband berkecepatan tinggi.
Baca Juga
WOOD Sukses Cetak Kenaikan Kinerja di Semester I-2025 Meski Tertekan Kebijakan Tarif AS, Ini Kiatnya
Frekuensi 1,4 GHz sebelumnya belum banyak dimanfaatkan di Indonesia, sehingga menjadi peluang baru bagi operator untuk ekspansi tanpa gangguan ekosistem lama. Pemerintah menargetkan pemanfaatan frekuensi ini bisa menambah 30 juta homepass secara bertahap.
Dengan regulasi ini, pemerintah berharap koneksi internet cepat tidak lagi menjadi barang mewah, melainkan hak dasar yang bisa diakses dengan harga terjangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia.

