Kado HUT RI ke-80: IHSG Tembus 7.940, Target 8.000 di Depan Mata
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Bursa Efek Indonesia (BEI) menorehkan performa gemilang sepanjang perdagangan Kamis, (14/8/2025), yang ditandai dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 7.940. Capaian ini memperkuat keyakan IHSG bisa tembus level 8.000 pada perdagangan besok atau Jumat (14/8/2025).
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengungkapkan kenaikan indeks hari ini menjadi kado istimewa bagi HUT RI ke-80 sekaligus menegaskan derasnya kepercayaan investor asing terhadap pasar saham Tanah Air. Meski demikian IHSG hari ini ditutup naik 38,34 poin (0,49%) ke level penutupan ATH 7.931,25.
Baca Juga
Saham DCII Keluar dari Papan Pemantauan, Jurus BEI Wujudkan IHSG Tembus 8.000?
Ia menyebut sektor perbankan menjadi motor utama reli IHSG. Di mana arus dana asing selama tiga hari berturut-turut Rp 2,28 triliun Rp 1,52 triliun, dan Rp 864 miliar mengalir deras ke saham-saham bank besar, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), didukung prospek pertumbuhan kredit yang solid, kualitas aset yang terjaga, dan valuasi yang masih menarik.
“Kombinasi ini membuat sektor perbankan diperkirakan tetap menjadi tulang punggung penguatan IHSG dalam beberapa waktu ke depan,” katanya saat dihubungi investortrust.id Kamis, (14/8/2025).
Di sisi lain, saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dinilai tengah bersiap lepas landas setelah melewati fase koreksi. Menurut dia, saham ini mulai rebound dengan dukungan fundamental kuat dari bisnis batubara serta katalis jangka panjang dari ekspansi agresif ke energi baru terbarukan (EBT), seperti proyek pembangkit listrik tenaga surya.
“ADRO direkomendasikan buy dengan target harga Rp 2.000, memanfaatkan momentum awal kenaikan yang berpotensi berlanjut,” bebernya.
Baca Juga
Cetak ATH Penutupan 7.931, IHSG Butuh Dorongan 0,87% demi Capai Level 8.000 di HUT RI ke-80
Tak ketinggalan, Hendra mengatakan sektor teknologi juga mulai mencuri perhatian. Saham PT WIR Asia Tbk (WIRG), sebagai pionir teknologi augmented reality di Indonesia, memiliki prospek pertumbuhan yang besar di tengah maraknya adopsi teknologi imersif, ia juga merekomendasikan buy dengan target Rp 200.
“Dengan pencapaian rekor ini, target IHSG jangka pendek berada di 8.050-8.150, bahkan berpeluang menguji 8.200 jika aliran dana asing terus mengalir,” ungkapnya.
Baca Juga
Net Buy Berlanjut Rp 827,42 Miliar, Asing Borong Saham TLKM, BBRI, hingga BREN
Tak lupa, sentimen pendorong mencakup ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, potensi kebijakan dovish Bank Indonesia, dan stabilnya rupiah di bawah Rp 16.200 per dolar AS. “Namun, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi aksi ambil untung, volatilitas harga komoditas, serta risiko geopolitik global,” tandas dia.
Secara bersamaan, BEI mengeluarkan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dari papan pemantauan khusus (PPK) mulai perdagangan Jumat atau besok dan diharapkan menjadi motor utama target IHSG level 8.000. Dengan demikian, saham ini bisa ditransaksikan di papan regular dengan batas auto reject atas (ARA) meningkat menjadi 20%. Sebagaimana diketahui DCII menjadi saham pendorong utama kenaikan IHSG sepanjang year to date (ytd).

