Haji Robert dan Happy Hapsoro Lepas 2,39% Saham Petrosea (PTRO), Raup Dana Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Caraka Reksa Optima, pemegang saham terbanyak kedua, melepas sebanyak 2,39% saham PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 715,09 miliar. Penjualan saham tersebut bertujuan untuk menambah free float di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen PTRO dalam penjelasan resminya di BEI, Kamis (14/8/2025), menyebutkan bahwa Caraka Reksa menjual sebanyak 240,86 juta saham PTRO dengan harga pelaksanaan Rp 2.968,82 pada perdagangan saham di BEI kemarin. Total dana yang diraup dari penjualan tersebut Rp 715,09 miliar.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Ekspansi Regional, Bagaimana Dampak bagi Sahamnya?
Penjualan tersebut menjadikan total saham PTRO yang dikuasai Caraka Reksa turun sebanyak 2,39% dari 29,56% menjadi 27,17% saham. Sedangkan PT Kreasi Jasa Persada, emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, bertindak sebagai pengendali dengan menggemgam sebanyak 45,31% saham PTRO.
Caraka Reksa Optima merupakan perusahaan yang awalnya dikendalikan Haji Romo Nitiyudo Wachjo atau Haji Robert. Namun sejak pertengahan 2023, pemegang saham Caraka Reksa tersebar dengan penambahan beberapa pemegang saham, seperti PT Sentosa Bersama Mitra yang dikendalikan Happy Hapsoro (27%), PT Sarana Adiwilaga Persada (16,95%), PT Khazanah Kinarya Bersama (2,72%).
Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia Index atau MSCI Indeks sebelumnya memasukkan saham PTRO dalam daftar terbaru. PTRO masuk bersamaan degan CUAN, DSSA, dan empat saham lainnya. Rebalancing ini mulai berlaku per 26 Agustus 2025.
Petrosea (PTRO) juga telah menandatangani Conditional Share Sale and Purchase Agreement untuk mengakuisisi seluruh saham HBS (PNG) Limited beserta anak usahanya (Grup HBS) senilai AU$ 40 juta atau sekitar US$ 25,76 juta pada Jumat, (1/8/2025).
Baca Juga
Green Era Lepas Jutaan Saham Barito Rebewables (BREN), Bagaian dari Strategi Masuk MSCI Indeks?
Kesepakatan ini akan berlaku efektif setelah seluruh persyaratan dalam perjanjian bersyarat tersebut terpenuhi. Grup HBS, yang berdiri sejak 2006 di Papua New Guinea, merupakan pemain utama di bidang jasa pertambangan dan konstruksi, serta penyedia solusi alat berat meliputi distribusi peralatan, mesin, suku cadang, dan properti.
Grup HBS telah lama memiliki hubungan kemitraan yang kuat dan menjalin kerja sama dengan berbagai pemain kunci di sektor pertambangan, terutama di mineral emas. Saat ini, Grup HBS melayani beberapa proyek pertambangan emas besar di Papua New Guinea.

