IHSG Sentuh 7.712, Peluang Rekor 8.000 di HUT RI ke-80 Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/8/2025), sentuh level 7.712 atau dengan kenaikan lebih dari 100 poin kurang dari satu jam setelah pembukaan pasar. Penguatan tersebut ditopang kenaikan saham big bank dan sejumlah saham emiten Prajogo Pangestu. Dengan penguatan tersebut peluang IHSG cetak rekor 8.000 pada HUT RI ke-80 kian terbuka.
Berdasarkan data perdagangan saham hingga pukul 09.55 WIB, saham BBCA berhasil meleesat 2,63% menjadi Rp 8.775, Saham BBRI naik 2,97% menjadi Rp 3.950, BMRI naik 3,18% menjadi Rp 4.870, dan BBNI naik 3,33% menjadi Rp 4.340. Kenaikan juga melanda saham BRIS dan BBTN.
Baca Juga
Sedangkan saham emiten Prajogo dipimpin penguatan saham BREN sebanyak 4,86% menjadi Rp 9.175, CUAN naik 261% menjadi Rp 1.580, dan TPIA naik 0,85% menjadi Rp 8.875. Kenaikan pesat juga dicatatkan saham MLPT dengan kenaikan 19,96% atau ARA menjadi Rp 61.900. DSSA juga naik sebanyak 1,63% menjadi Rp 85.575. Sebaliknya saham DCII kembali menjadi pemberat dengan penurunan 9,94% menjadi Rp 227.825.
Level 7.712 menjadi level tertinggi IHSG terhitung sejak 25 September 2024 atau level tertinggi hampir dalam 12 bulan terakhir. Adapun level tertinggi atau all time high (ATH) IHSG berada di level 7.910,56 yang dicapai pada 19 September 2024. Sedangkan level penutupan pada 7.905,39 yang juga dicapai pada hari yang sama.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 72,54 poin (0,96%) menjadi 7.605 dengan nilai transaksi Rp 14,17 triliun. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 849,84 miliar terbanyak melanda saham BBCA Rp 425,11 miliar, BBRI Rp 234,57 miliar, dan FILM senilai Rp 117,25 miliar.
Baca Juga
Ekspor Mineral Kritis ke AS? Bahlil Sebut Masih Tahap 'Omon-omon', Lobi-lobi
Kenaikan tersebut ditopang penguatan dua saham big cap yang dikendalikan dua konglomereasi. Pertama, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 10,06% menjadi Rp 8.750 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat sebanyak 7,21% menjadi Rp 84.200. Sebaliknya tekanan datang dari saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) setelah jatuh sebanyak 10%.
Di tengah lompatan indeks tersebut, empat saham cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CHEM naik 34,62% menjadi Rp 105, PPRE naik 33,90% menjadi Rp 79, BRNA naik 24,63% menjadi Rp 835, dan MLPT naik 20% menjadi Rp 51.600.

