Ekspektasi Pemangkasan Bunga Fed Menguat, Emas Sentuh Rekor Tertinggi
Poin Penting
- Harga emas spot sentuh $3.673,95 per ons, rekor tertinggi sepanjang sejarah
- Pasar perkirakan 92% peluang pemangkasan suku bunga The Fed pekan depan
- Investor tunggu rilis data inflasi produsen dan konsumen AS
- Emas didukung pelemahan dolar, pembelian bank sentral, dan ketidakpastian global
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas mencatat rekor baru pada perdagangan Selasa (9/9/2025), menembus $3.673,95 per ons, didorong ekspektasi Federal Reserve segera menurunkan suku bunga pada September. Data ketenagakerjaan AS yang melemah tajam memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral tak lagi mampu menunda pelonggaran kebijakan moneter.
Baca Juga
Makin Berkilau, Harga Emas Tembus Rekor Baru di Atas US$3.600
Harga emas spot naik 0,3% menjadi $3.646,59 per ons pada 16:06 GMT, setelah sempat menyentuh rekor $3.673,95 lebih awal di sesi perdagangan. Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember naik 0,2% ke $3.685,60.
“Reli ini sebagian besar dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga,” ujar Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, seperti dikutip CNBC.
Para trader saat ini memperkirakan 92% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan, dengan sebagian juga bertaruh pada langkah yang lebih besar yakni 50 basis poin, menurut alat CME FedWatch.
Hal ini menyusul data Jumat lalu yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melemah tajam pada Agustus. Suku bunga yang lebih rendah menekan dolar dan imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Indeks dolar naik tipis, tetapi tetap mendekati level terendah tujuh minggu terhadap mata uang utama lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik setelah sebelumnya menyentuh titik terendah lima bulan.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Meningkat, Pasar Tenaga Kerja AS Kian Rapuh
Investor kini menanti data harga produsen AS pada Rabu dan data harga konsumen pada Kamis untuk mencari petunjuk lebih lanjut menjelang pertemuan The Fed minggu depan.
“Jika ekonomi AS melemah, pada dasarnya kita bisa melihat lebih banyak arus masuk ke aset non-standar seperti emas untuk lindung nilai terhadap potensi penurunan tersebut,” tambah Melek.
Emas batangan, yang menembus $3.600/oz pada Senin, telah mencatatkan beberapa rekor tahun ini, didorong oleh lemahnya dolar, pembelian besar oleh bank sentral, kebijakan moneter dovish, dan ketidakpastian global yang meningkat.
“Kami tetap sangat bullish bahkan di level $3.600 — kami pikir pasar akan terus reli karena kami tidak melihat adanya perubahan terkait kebijakan tarif, hubungan dagang, atau geopolitik. Jika salah satu faktor itu membaik, saya kira kita akan melihat jeda dalam apresiasi harga emas,” urai John Ciampaglia, CEO Sprott Asset Management.
Di sisi lain, harga spot perak turun 1% ke $40,91 per ons. Platinum jatuh 1,3% menjadi $1.365,60 dan paladium turun 1,1% menjadi $1.121,25.

