HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia Usung Tema Kemandirian Ekonomi, Tujuan Ini Diungkap
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) yang terdiri atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-48) di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (11/8/2025). Peringatan tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Ekonomi Mandiri, Berdaulat, dan Maju Bersama”.
Direktur Kliring dan Penjaminan KPEI Antonus Herman Azwar mengatakan, tema “Mewujudkan Ekonomi Mandiri, Berdaulat, dan Maju Bersama” sejalan dengan komitmen pemerintah untuk membangun kemandirian ekonomi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Baca Juga
BEI Incar Top 10 Market Cap di Dunia di 2029, Sejumlah Aksi Ini Disiapkan
"Adapun logo HUT ke-48 pasar modal ini mengusung desain yang kaya akan simbolisme, menggabungkan angka 48, motif batik, sayap burung garuda, serta nuansa biru dan hijau sebagai representasi kesinambungan dan ketahanan yang melanjutkan perjalanan pasar modal Indonesia selama hampir setengah abad," ujarnya saat sambutan di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Anton menambahkan, semangat tersebut juga mencerminkan inklusivitas dengan membuka akses pasar modal bagi seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan langkah strategis pemerintah menuju visi Indonesia Emas 2045.
Tak hanya itu, dia mengatakan, tahun ini, perayaan HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia juga menghadirkan sejumlah program baru. Salah satunya adalah dukungan SRO terhadap program pemerintah “Sekolah Rakyat” yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Melalui kontribusi sosial dan melibatkan pelaku industri pasar modal, inisiatif ini mempertegas peran pasar modal dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dan generasi muda di berbagai daerah.
Baca Juga
Siapkan Strategi Ini, BEI Bidik 1.200 Emiten dan Market Cap Rp 20.000 Triliun di 2029
Selain itu, sebagai simbol sinergi antara dunia pendidikan dan pasar modal dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan akademik, akan diselenggarakan Program Edukasi 30.000 Mahasiswa, serta Pencanangan Kampus Penggerak Literasi & Inklusi Pasar Modal.
Kedua program tersebut merupakan bagian dari Sekolah Pasar Modal untuk Negeri. Terdapat pula program baru, yaitu Virtual Trading Competition 2025 Powered by IDX Mobile. Kompetisi ini bertujuan mendorong partisipasi generasi muda melalui Galeri Investasi (GI) BEI, dengan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dan pelajar dalam simulasi perdagangan saham.
Menambah semarak perayaan tahun ini, SRO akan menyelenggarakan Capital Market Run sebagai bagian dari upaya meningkatkan awareness pasar modal secara luas dan inklusif kepada masyarakat. Melalui kegiatan olahraga lari yang terbuka untuk umum, acara ini diharapkan dapat menjadi sarana sosialisasi serta edukasi yang ringan dan efektif dalam memperkenalkan pasar modal. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat turut berpartisipasi dan memeriahkan HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia melalui aktivitas yang sehat dan edukatif.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,75%, Dua Saham Emiten Grup Besar Ini Jadi Motor Penggerak
Sejumlah kegiatan tahunan yang telah menjadi agenda rutin peringatan HUT Pasar Modal Indonesia, akan kembali diselenggarakan. Di antaranya adalah Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT), Capital Market Summit & Expo (CMSE), Public Expose Live, CEO Networking, Social Media Content Competition, Indonesian Finance Association (IFA) International Conference, Corporate Social Responsibility (CSR), turnamen olahraga, serta kegiatan khusus bagi jurnalis pasar modal yang meliputi Media Gathering, serta Kompetisi Fotografi dan Artikel Jurnalistik.
Guna mendukung program CSR, SRO akan mengalokasikan dana sebesar Rp 2,4 miliar yang berasal dari fee transaksi Bursa dan fee jasa kustodian pada 8 Agustus 2025. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia melalui pembangunan infrastruktur kesehatan, penanganan stunting, penyediaan sarana dan prasarana, bantuan pendidikan, serta kegiatan donor darah.

