Siapkan Strategi Ini, BEI Bidik 1.200 Emiten dan Market Cap Rp 20.000 Triliun di 2029
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BursaEfek Indonesia (BEI) membidik perusahaan tercatat di bursa mencapai 1.200 emiten pada 2029. Jumlah emiten tersebut sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun yang sama
“Kita memasang target jumlah emiten di BEI sebanyak 1.200 pada 2029,” kata Direktur Utama BEI, Iman Rachman dalam paparan konferensi pers peringatan HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,75%, Dua Saham Emiten Grup Besar Ini Jadi Motor Penggerak
Iman menyebut proyeksi tersebut mempertimbangkan rasio kapitalisasi pasar (market cap) terhadap PDB dipatok level konservatif, yakni 60%. Hal ini sejalan dengan inisiatif bursa terkait pendalaman pasar, perlindungan investor, dan sinergi regional.
Dia juga menerangkan terdapat dua fokus utama untuk mencapai target tersebut. Pertama, peningkatan jumlah emiten dari 943 perusahaan pada 2024 yang kini telah mencapai 954 menjadi 1.200 perusahaan pada 2029.
Fokus, peningkatan likuiditas pasar. BEI mematok target nilai transaksi harian meningkat menjadi Rp 20 triliun, dibandingkan dengan rata-rata transaksi harian saham di BEI pada 2024 senilai Rp 12,85 triliun. Tak hanya menargetkan nilai transaksi, BEI membidik kapitalisasi pasar (market cap) meningkat menjadi Rp 20.000 triliun pada 2029. “Target kita di 2029 dari 2024 Rp 12.336 triliun menjadi Rp 20.000 triliun, target kita di 2029,” jelasnya.
Baca Juga
OJK: 13 Perusahaan Masuk Pipeline IPO Saham, Target Indikatif Segini
Dalam paparannya, Iman juga menjabarkan, BEI menyiapkan berbagai strategi dari sisi ekuitas BEI dengan penambahan instrumen baru, termasuk potensi penerbitan produk di September, apabila kondisi pasar memungkinkan.
Dari sisi surat utang, penguatan dilakukan melalui pengembangan platform OTC trading untuk Sistem Penyelenggaraan Perdagangan Alternatif (SPPA), implementasi transaksi repo, serta kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk optimalisasi perdagangan obligasi dan manajemen likuiditas. Sementara di pasar derivatif, BEI menargetkan penambahan kontrak berjangka berbasis indeks dan saham tunggal.
“Tapi yang penting adalah bahwa secara sumber daya manusia, secara institution maupun AI ini tentu saja akan men-support bagaimana bursa bisa mencapai target yang dicanakan pemerintah terkait dengan GDP 8% di 2029,” bebernya.

