IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,75%, Dua Saham Emiten Grup Besar Ini Jadi Motor Penggerak
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (11/8/2025), ditutup melesat sebanyak 56,8 poin (0,75%) menjadi 7.590. Pergerakan indeks dalam rentang 7.533-7.630 dengan nilai transaksi Rp 8 triliun.
Penguatan indeks ditopang kenaikan dua saham big cap yang dikendalikan dua konglomerasi besar, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) miliki Prajogo Pangestu sebanyak 7,55% menjadi Rp 8.550 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Sinarmas Group menguat sebanyak 6,97% menjadi Rp 84.075. Sebaliknya pekenan utama datang dari PT DCI Indonesia Tbk (DCII) anjlok hampir 10%.
Baca Juga
Kredit Korporasi Tumbuh Positif, BRI Dukung Ekspansi Sektor Produktif
Sektor utama pendorong indeks datang dari kenaikan saham sektor transportasi 2,06%, keuangan 1,18%, sektor infrastruktur 1,09%, sektor properti 0,84%, sektor energi 0,60%, dan sektor konsumer primer 0,50%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan material dasar.
Di tengah lompatan indeks tersebut, dua saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT PP Presisi Tbk (PPRE) naik 33,90% menjadi Rp 79 dan PT Multopolar Technology Tbk (MLPT) naik 20% menjadi Rp 51.600. Selanjutnya, PT Wika Bangunan Gedung Tbk (WEGE) naik 19,61% menjadi Rp 61, PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) naik 19,23% menjadi Rp 93, dan PT Arthavest Tbk (ARTA) menguat 15,65% menjadi Rp 3.400.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PPRI melemah 14,97% menjadi Rp 250, SURE turun 14,94% menjadi Rp 3.700, MFIN melemah 10% menjadi Rp 585, DCII turun 10% menjadi Rp 252.975, dan CTBN melemah 9,70% menjadi Rp 6.050.
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup turun tipis sebanyak 0,06% menjadi 7.533 sepanjang perdagangan 4-8 Agustus 2025. Dua saham dengan torehakan mengesankan tersebut adalah PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) dengan kenaikan mencapai 113% menjadi Rp 294 dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melesat sebanyak 100% menjadi Rp 1.600.
Penurunan indeks pekan lalu dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, khususnya kejatuhan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang dikendalikan Otto Toto Sugiri bersama koleganya. BEI mencatatkan sebanyak 292 saham mengalami penurunan, sebanyak 199 saham ditutup stagnan, dan 266 saham mengalami penguatan.
Baca Juga
5 Perusahaan Kripto Ini Miliki Ethereum Terbanyak, Siapa Saja?
Sektor saham penekan utama indeks pekan ini datang dari sektor teknologi dengan penurunan sebanyk 5,24%, disusul sahams ektor konsumer non primer dengan pelemahan 1,83%, dan saham sektor infrastruktur melemah 0,78%. Adapun penguatan tertinggi dibukukan saham sektor konsumer primer 6,41%, industri mencapai 5,19%, dan energi 2,05%.
Sebaliknya pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham bernilai Rp 124,22 miliar selama pekan ini, meksipun IHSGditutup turun tipis sebanyak 0,06% menjadi 7.533. Net buy terbanyak melanda saham ENRG sebanyak 463,11 miliar, ANTM mencapai Rp 339,04 miliar, dan FILM Rp 298,31 miliar.

