Surge (WIFI) kembali Akuisisi Perusahaan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge melalui anak usahanya PT Jaringan Infra Andalan (JIA) menuntaskan akuisisi PT Investasi Jaringan Nusantara (IJN). Transaki bernilai Rp 599,99 juta bertujuan untuk perluasan dan ekspansi grup perseroan ke depan.
Direktur Surge Shannedy Ong mengatakan dalam penjelasan resminya kemarin di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa pembelian tersebut didasarkan perjanjian jual beli saham yang ditandatangani pada 4 Agustus dan 5 Agustus. Pemegang saham IJN mengalihkan shamnya kepada JIA. “Transaksi tersebut akan menunjang perluasan dan ekspansi grup perseroan ke depan,” tulisnya.
Baca Juga
'Rights Issue Oversubscribed' 4 Kali, WIFI Siap Sambung 5 Juta 'Homepass'
Hingga semester I-2025, Surge, emiten yang dikendalikan Hashim Djojohadikusumo, membukukan kinerja luar biasa dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing 66,2% dan 153,6%. Dorongan utama berasal dari pertumbuhan pelanggan internet tetap (FTTH) dan peningkatan signifikan pendapatan segmen periklanan.
Laba bersih meningkat sebanyak 153,6% menjadi Rp 228 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 90 miliar. Pendapatan perseroan juga melambung dari Rp 309 miliar menjadi Rp 513 miliar serta EBITDA melesat dari Rp 206 miliar menjadi Rp 399 miliar.
Terkait lompatan kinerja tersebut, analis Samuel Sekuritas Jason Sebastian dan Jonathan Guyadi merekomendasikan beli saham WIFI dengan target harga Rp 5.200. Target tersebut merefleksikan perkiraan EV/EBITDA tahun 2026 sebesar 7,6x atau diskon 17% dari rata-rata sektor. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang pertumbuhan pesat dalam jangka menengah, terutama didukung besarnya pasar broadband berpendapatan rendah yang belum tergarap.
Baca Juga
MSCI Rombak Daftar Agustus 2025, Saham DSSA, CUAN, dan PTRO Resmi Masuk
Target harga tersebut juga mengambarkan kesuksesan Surge (WIFI) dalam menggalang dana sebesar Rp 8,5 triliun melalui rights issue hingga emisi obligasi dan sukuk. Dana tersebut ditambah investasi tunai Rp 1 triliun dari NTT Jepang akan memperkuat posisi kas perusahaan untuk mendorong ekspansi jaringan dan pelanggan.
Dengan tambahan dana ini, WIFI menargetkan basis pelanggan bisa mencapai 2-3 juta pada akhir 2025 dan secara konservatif diproyeksikan menyentuh 5,5 juta pelanggan pada 2026, naik tajam dari 385 ribu pelanggan saat ini. Perusahaan juga akan mulai mengembangkan layanan Fixed Wireless Access (FWA) untuk mempercepat konektivitas last-mile, khususnya di luar Pulau Jawa.
Dengan sejumlah ekspansi tersebut, Samuel Sekuritas memperkirakan pendapatan WIFI bakal melesat menjadi Rp 2,04 triliun tahun ini, dibandingkan tahun 2024 sebanyak Rp 672 miliar. Laba ebrsih juga diperkirakan melambung menjadi Rp 439 miliar tahun ini dan menjadi Rp 1,20 triliun pada 2026, dibandingkan tahun 2024 sebanyak Rp 231 miliar.

