Meski Laba Kuartal II Turun, Saham Bumi Minerals (BRMS) Tetap Menarik Ditopang Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Samuel Sekuritas memilih untuk memangkas turun target kinerja keuangan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tahun ini akibat non-recurring (one-off) pada kuartal II-2025. Meski dipangkas kinerja keuangan perseroan tahun ini diprediksi masih melonjak dari realisasi tahun 2024.
Samuel Sekuritas merevisi turun target laba bersih tahun 2025 dari semula US$ 53 juta menjadi US$ 39 juta. Sebaliknya proyeksi pendapatan perseroan dipertahankan US$ 244 juta. Sedangkan proyeksi laba bersih BRMS tahun 2026 dipertahankan US$ 83 juta dan pendapatan diprediksi mencapai US$ 309 juta.
Baca Juga
Gorontalo Minerals Menjadi Mesin Pertumbuhan Bumi Resources (BRMS) ke Depan, Bagaimana Sahamnya?
Meski prediksi laba bersih dipangkas, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BRMS dengan target harga Rp 550. Target harga tersebut merefleksikan peluang kenaikan harga saham ini lebih dari 24%. Valuasi saham BRMS saat ini berada pada EV/Reserves 2026F sebesar US$ 12.183 per ton.
Terkait revisi turun target kinerja keuangan BRMS tahun ini dipicu atas adanya kerugian non-recurring (one-off) pada kuartal II-2025. Hal ini membuat laba bersih BRMS turun sebanyak 40,6% menjadi US$ 9 juta pada kuartal II, dibandingkan kuartal I-2025 mencapai US$ 14 juta. Pendapatan perseroan juga turun dari US$ 63 juta menjadi US$ 53 juta pada kuartal II-2025.
Sumber: Samuel Sekuritas/Diolah
Analis Samuel Sekuritas Fadhlan Banny dan Juan Harahap dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa penurunan kinerja kuartal II ini akibat penurunan volume penjualan dorebullion sebanyak 22,7% secara kuartalan menjadi 17.000 ons emas dipicu aktivitas pushback tambang yang dijadwalkan berlangsung hingga kuartal III-2025. Sedangkan penyangga utama kinerja datang dari kenaikan harga jual rata-rata emas menjadi US$ 3.282 per ons (+40,5% yoy, +16,8% qoq).
Laba bersih kuartal II-2025 mencapai US$ 8,6 juta, turun 40,6% secara kuartalan, meskipun naik 59,4% secara tahunan. Jika tidak memperhitungkan kerugian satu kali terkait penghapusan peralatan carbon-in-leach dan proyek bauksit, maka laba semester I-2025 akan mencapai 68,4% dari proyeksi analis.
Baca Juga
Harga Emas Naik Lagi, Ini Manuver The Fed yang Bikin Investor Borong Logam Mulia
Memasuki kuartal III-2025, Samuel Sekuritas menyebutkan, tekanan kinerja BRMS diprediksi tetap berlanjut akibat dua faktor utama, yaitu produksi emas yang datar karena bergantung pada cadangan bijih berkadar rendah saat proses pushback dan biaya royalti lebih tinggi akibat implementasi tarif baru yang mulai berlaku sejak kuartal II-2025.
“Meski ada tantangan jangka pendek, prospek jangka panjang BRMS tetap kuat. Kami memproyeksikan pertumbuhan laba bersih dengan CAGR 30,4% hingga 2028 didukung oleh mulai beroperasinya proyek tambang bawah tanah di Palu yang diperkirakan dapat meningkatkan volume penjualan emas hingga 150.000 ons per tahun. Transformasi portofolio dan ekspansi proyek di Gorontalo dan Palu membuat BRMS tetap berada pada jalur pertumbuhan jangka panjang," tulisnya.

