Kinerja Keuangan Bumi Minerals (BRMS) Melesat hingga Kuartal III, Dua Faktor Ini Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan lompatan kinerja keuangan hingga kuartal III-2024. Pendapatan melesat sebanyak 231% menjadi US$ 108,47 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 32,74 juta.
Presiden Direktur BRMS Agus Projosasmito dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut menjadikan laba bersih perseroan melesat sebanyak 54% dari US$ 10,64 juta menjadi US$ 16,43 juta.
Baca Juga
Saham Bumi Minerals (BRMS) Cetak Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir, Emiten Grup Bakrie Bangkit?
Tak hanya itu, menurut dia, perseroan konsisten mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dari kuartal ke kuartal. Pendapatan kuartal I mencapai US$ 20,32 juta, meningkat jadi US$ 40,94 juta pada kuartal II, dan senilai US$ 47,21 juta kuartal III-2024.
Presiden Direktur BRMS Agus Projosasmito
Begitu juga dengan torehkan laba bersih menunjukkan tren peningkatan dari realisasi kuartal I-2024 senilai US$ 3,75 juta bertumbuh menjadi US$ 5,68 juta pada kuartal II-2024. Pertumbuhan berlanjut menjadi US$ 6,99 juta pada kuartal III-2024.
”Ada dua faktor utama yang mendorong kenaikan kinerja keuangan BRMS tahun ini. Pertama, produksi emas terus meningkat dikarenakan kandungan emas yang diproses lebih tinggi tahun 2024. Kedua, kenaikan harga jual emas tahun 2024 juga berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Baca Juga
Perseroan mencatatkan kenaikan volume produksi emas sebanyak 176% dari 511 kilo gram atau 16,437 oz hingga kuartal III-2023 menjadi 1.411 kg atau 43.366 oz hingga September 2024. Begitu juga dengan rata-rata harga jual naik sebanyak 23% dari US$ 1.914 per oz menjadi US$ 2.347 per oz.
Sementara itu, Direktur & Investor Relations BRMS Herwin Hidayat menambahkan, perseroan akan menyampaikan laporan mengenai data cadangan mineral dengan standar JORC (Joint Ore Reserves Committee) di bulan Desember 2024. “Laporan tersebut juga memuat informasi terkait cadangan mineral dengan kandungan emas yang lebih tinggi dari prospek tambang bawah tanah di lokasi tambang River Reef (Poboya, Palu),” tulisnya.
Grafik Saham BRMS

