Harga Emas Naik Lagi, Ini Sentimen The Fed yang Bikin Investor Borong Logam Mulia
Poin Penting
|
CHICAGO, Investortrust.id - Harga emas pada Senin (4/8/2025) naik untuk hari ketiga berturut-turut setelah data ekonomi minggu lalu memicu ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS (The Fed).
Harga emas naik 0,2% menjadi US$ 3.371,85 per ons pada pukul 1.47 siang ET (5.47 GMT) atau Selasa dini hari (5/8/025) level tertinggi sejak 24 Juli. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,8% menjadi US$ 3.427,1.
“Peluang penurunan suku bunga pada September kini semakin kuat, bahkan lebih kuat lagi penurunan berikutnya pada Desember. Hal itu, ditambah dengan hambatan inflasi, menurut saya cukup bullish untuk emas,” ujar analis pasar RJO Futures, Daniel Pavilonis dikutip CNBC.
Baca Juga
Pekan lalu, data menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS lebih lemah dari perkiraan pada Juli, sementara jumlah data penggajian nonpertanian (non-farm payroll/NFP) untuk 2 bulan sebelumnya direvisi turun sebesar 258.000. Hal ini menunjukkan penurunan tajam kondisi pasar tenaga kerja.
Selain itu, tolok ukur pilihan The Fed, yaitu data inflasi yakni indeks harga belanja personal (personal consumer expenditure/PCE) naik 0,3% pada Juni setelah kenaikan 0,2% pada Mei akibat tarif yang mulai menaikkan harga beberapa barang.
Menurut alat CME FedWatch, trader sekarang melihat peluang 85% terjadinya pemotongan suku bunga pada September, naik dari 63% seminggu lalu.
Emas batangan biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump minggu lalu terhadap sejumlah negara kemungkinan akan tetap berlaku, tanpa negosiasi berkelanjutan. Hal itu diungkapkan perwakilan perdagangan AS Jamieson Greer yang disiarkan pada Minggu (3/8/2025).
Baca Juga
Trump menetapkan tarif termasuk bea masuk 35% untuk banyak barang dari Kanada, 50% untuk Brasil, 25% untuk India, 20% untuk Taiwan, dan 39% untuk Swiss, menurut perintah eksekutif presiden.
Di tempat lain, harga perak naik 0,8% menjadi US$ 37,33 per ons, platinum naik 0,5% menjadi US$ 1.322,03, dan paladium mencapai titik terendah dalam 2 minggu, turun 1,9% menjadi US$ 1.184,75.

