Tiga Saham Peternakan Ayam Ini Direkomendasikan Beli, Diramal Cuan Tertinggi Saham MAIN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas kembali memperahankan rekomendasi beli tiga saham emiten peternakan dan pakan ayam ini, meski ketiga perusahaan menghadapai tantangan berat sepanjang semester I-2025. Sedangkan peluang kenaikan harga tertinggi diberikan terhadap saham PT Malindo Feedmil Indonesia Tbk (MAIN).
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 7% dari Rp 1,76 triliun menjadi Rp 1,90 triliun dan pendapatan stagnan level Rp 33,06 triliun pada semester I-2025. Sebaliknya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan penurunan laba bersih sebanyak 16% dari Rp 1,47 triliun menjadi Rp 1,23 triliun dan pendapatan turun tipis menjadi Rp 27,48 triliun pada semester I-2025.
Baca Juga
Wall Street Bangkit dari Pelemahan Ekstrem, Dow Melejit Hampir 600 Poin
Sedangkan Malindo (MAIN) menjadi perusahaan peternakan ayam yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan penurunan kinerja keuangan paling dalam, yaitu laba bersih anjlok sebanyak 91% dari Rp 292 miliar menjadi Rp 27 miliar. Pendapatan juga turun dari Rp 6,49 triliun menjadi Rp 6,10 triliun sepanjang semester I-2025.
Terkait kinerja keuangan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memilik memangkas turun target harga saham CPIN dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi turun target harga tersebut menggambarkan tingkat pertumbuhan kinerja perseroan cenderung turun pada kuartal II bersamaan dengan penurunan margin dan pendapatan.
Baca Juga
Harga Emas Naik Lagi, Ini Manuver The Fed yang Bikin Investor Borong Logam Mulia
Sedangkan JPFA berhasil mempertahankan laba bersih lampaui estimasi BRI Danareksa Sekuritas di sepanjang kuartal II-2025, seiring dengan kenaikan margin keuntungan di luar ekspketasi. Dengan total raihan laba Rp 1,2 triliun, realisasi tersebut setara dengan 49% dari target yang diberikan BRI Danareksa Sekuritas.
Terkait Malindo, BRI Danareksa Sekuritas, realisasi kuartal II justru mengalami rugi bersih, sehingga total raihan laba bersih semester I-2025 hanya merefleksikan 8% dari perkiraan BRI Danareksa Sekuritas. Seluruh segmen bisnis perseroan berkontraksi. Meski demikian target harga tinggi atas saham ini tetap dipertahankan dengan proyeksi pemulihan mulai melanda kuartal III tahun ini.
Grafik Saham Emiten Peternakan

