Isu Merger Menyeruak di Tengah Rencana Buyback MTEL, Simak Target Harganya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berhasil mencatatkan lompatan harga mengesankan lebih dari 9% menjadi Rp 600 per saham dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga saham MTEL makin kuat setelah diumumkan rencana pembelian kembali (buy back) saham dengan alokasi Rp 1 triliun. Usulan buyback akan dimintakan persetujuan pada RUPSLB Agustus mendatang.
Pada perdagangan pagi ini, Jumat (1/8/2025), di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham MTEL dibuka melesat menjadi Rp 605. Hingga pukul 10.00 WIB, penguatan bertahan mencapai 3,45% menjadi Rp 600. Kenaikan harga tersebut sejalan dengan berlanjutnya kenaikan kinerja keuangan sepanjang semester I-2025.
Baca Juga
Pendapatan dan Laba Mitratel (MTEL) Naik di Semester I-2025, Fokus Fiberisasi dan Inovasi Digital
Terkait kenaikan harga saham MTEL dalam sebulan terakhir diukung apresiasi pelaku pasar terhadap rencana Mitratel (MTEL) melakukan buyback. Aksi ini mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis di masa mendatang serta menunjukkan harga saham saat ini bertolak belakang dengan fundamental dan kinerja perseroan. Di sisi lain, perseroan memiliki ekuitas berlimpah dan rasio utang yang sangat rendah sehingga opsi buyback menjadi pilihan terbaik sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham.
Total saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 4,12% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Aksi tersebut akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 26 Agustus 2025. “Buy back bagian dari fleksibilitas Mitratel (MTEL) untuk menjaga stabilitas harga saham agar mencerminkan nilai/kinerja perseroan yang sebenarnya. Aksi ini juga untuk menjaga kepercayaan investor dan upaya mengoptimalkan excess kas perseroan guna meningkatkan return kepada pemegang saham perseroan,” tulis pengumuman resmi MTEL di BEI, beberapa waktu lalu.
Terkait prospek saham MTEL, sejumlah perusahaan sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli saham ini dengan potensi penguatan pesat. BNI Sekuritas dalam riset yang diterbitkan bulan lalu merekomendasikan beli saham MTEL dengan target harga Rp 800. Rekomendasi beli dengan target harga tinggi sebelumnya diberikan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 800. Sekuritas lainnya yang mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL adalah Ina Sekuritas dengan target harga saham MTEL senilai Rp 800, Kiwoong Sekuritas dengan target harga saham MTEL Rp 690, dan BCA Sekuritas mempertahankan target harga saham MTEL Rp 750.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Rancang Buy Back Saham Rp 1 Triliun, Tujuan Ini Diungkap
Sejumlah analis memprediksi bahwa keputusan buyback ini berkaitan dengan isu merger yang sempat ramai diperbincangkan pelaku pasar pada pekan lalu. Menurut analis, sebelum memulai proses merger, MTEL tentu melakukan banyak “persiapan” antara lain dengan menggenjot kapitalisasi pasar. Salah satu cara yang lumayan efektif menaikkan valuasi adalah dengan menggelar buyback saham. Karena jumlah saham beredar berkurang akibat buyback, maka EPS (earning per share) menjadi menarik dan mendorong investor untuk melakukan akumulasi.
“Dalam beberapa tahun terakhir kita menyaksikan industri telko melakukan konsolidasi luar biasa. Setelah Indosat merger dengan Tri, kemarin giliran EXCL dan FREN. Kalau mereka saja berkonsolidasi, maka hal yang sama juga akan terjadi di industri penyedia menara dan fiber selaku industri penunjang. Jadi, merger di industri ini (tower & fiber), hanya perkara waktu. MTEL terlihat paling siap karena fundamental dan finansialnya sangat kuat dan sehat,” kata salah satu analis yang minta dirahasiakan namanya.
Sedangkan hingga semester I-2025, Mitratel (MTEL) membukukan kenaikan pendapatan menjadi Rp 4,59 triliun atau bertumbuh 3,3% dari periode yang sama tahun lalu. Pendorong utama pertumbuhan tenant organik, ekspansi layanan fiberisasi, serta kontribusi bisnis nontower. Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 1,09 triliun atau menunjukkan peningkatan sebanyak 2,9% secara tahunan (YoY). EBITDA mencapai Rp 3,86 triliun sejalan kenaikan margin EBITDA yang mencerminkan efisiensi operasional yang terus membaik.
Disiplin Biaya
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Christian Sitorus menyebutkan bahwa berlanjutnya ekspansi infrastruktur dan disiplin biaya menjadikan saham Mitratel (MTEL) makin menarik. Pandangan ini juga didukung peluang peningkatan biaya penyewaan menara telekomunikasi dan jaringan fiber berdampak terhadap kenaikan pendapatan. Perseroan juga diuntungkan berlanjutnya ekspansi jaringan operator telekomunikasi.
Baca Juga
BPS: Ekspor Juni 2025 Mencapai US$ 23,44, Naik Secara Tahunan
Hal ini mendorong MNC Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp Rp780. Target tersebut mempertimbangkan peluang kenaikan pendapatan dari ekspansi jaringan fiber dan berlanjutnya perluasan jaringan oleh operator telekomunikasi.
Analis MNC Sekuritas Christian Sitorus dalam riset yang pekan lalu menyebutkan bahwa ekspansi dan disiplin biaya menjadikan Mitratel (MTEL) membuat laju pertumbuhan kinerja tetap kuat mengalahkan sektornya. Laju kuat bisa dilihat dari peningkatan pendapatan dan laba kuartal I-2025.
Hingga kuartal I-2025, Mitratel (MTEL) sukses mempertahankan pertumbuhan laba tahun berjalan menjadi Rp526,31 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 520,98 miliar. Kenaikan tersebut menjadikan laba per saham bertahan di level Rp 6. Kenaikan kinerja anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini sejalan dengan peningkatan pendapatan dari Rp 2,23 triliun menjadi Rp 2,26 triliun. Sedangkan laba usaha turun tipis dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 1,01 triliun.

