Mitratel (MTEL) Rancang Buy Back Saham Rp 1 Triliun, Tujuan Ini Diungkap
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel merancang pembelian kembali (buy back) saham dengan alokasi dana mencapai Rp 1 triliun. Total saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebih 4,12% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.
Aksi tersebut akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar pada 26 Juli 2025. Aksi korporasi ini bagian dari fleksibilitas Mitratel (MTEL) untuk menjaga stabilitas harga saham agar harga saham mencerminkan nilai/kinerja perseroan yang sebenarnya.
Baca Juga
5 Emiten Siap IPO, BEI Catat Antrean Jumbo di Tengah Lonjakan Dana Pasar Modal
“Buy back juga bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor dan upaya mengoptimalkan excess kas perseroan guna meningkatkan return kepada pemegang saham perseroan,” tulis pengumuman resmi manajemen MTEL dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.
Manajemen perseroan menyebutkan bahwa buy back saham ini tidak akan menurunkan tingkat pendapatan perseroan dan tidak akan memberikan dampak negatif bagi kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan. Buy back kemungkinan berdampak minimal terhadap biaya pembiayaan perseroan, menurunkan aset dan ekuitas perseroan sebesar jumlah pembelian kembali saham, dan bisa memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham sesuai fundamental perseroan.
“Pembelian kembali saham perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi Mitratel dalam mengelola modal jangka panjang, dimana saham treasuri dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal, jika perseroan memerlukan penambahan modal,” tulisnya.
Baca Juga
Didukung Pemerintah Pro-Pertumbuhan, Schroders Optimistis Saham Tetap Prospektif
Hingga kuartal I-2025, Mitratel (MTEL) sukses mempertahankan pertumbuhan laba tahun berjalan menjadi Rp526,31 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 520,98 miliar. Kenaikan tersebut menjadikan laba per saham bertahan di level Rp 6.
Kenaikan kinerja anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini sejalan dengan peningkatan pendapatan dari Rp 2,23 triliun menjadi Rp 2,26 triliun. Sedangkan laba usaha turun tipis dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 1,01 triliun.

