TOBA Konsisten Genjot Energi Hijau, Meski Merugi Jumbo di Semester I-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) telah menyiapkan sejumlah strategi dalam mempercepat transisi menuju energi bersih dengan sejumlah proyek hijau guna memperkuat fondasi finansial ke depan.
Direktur TOBA Juli Oktarina mengungkapkan, perusahaan saat ini masih memiliki ruang likuiditas yang cukup untuk mendanai ekspansi bisnis ramah lingkungan.
“Kalau untuk proyek hijau, kami selalu melihat masih besar opsi. Tapi kalau tadi boleh dilihat, posisi kas kami masih cukup kuat, perseroan masih memiliki kas US$ 93 juta yang bisa dioptimalkan untuk pengembangan bisnis-bisnis hijau kami ini,” ujar Juli menjawab pertanyaan investortrust.id di Jakarta, Rabu, (30/7/2025).
Baca Juga
Divestasi PLTU Picu Rugi Bersih TBS Energi (TOBA), tapi Prospek Bisnis Makin Kuat ke Depan
Lebih lanjut, ia menyampaikan, pendanaan eksternal tetap menjadi opsi yang terbuka, baik melalui pinjaman perbankan maupun dari pasar modal.
“Guna pengembangan bisnis-bisnis hijau ini, pendanaan buat perseroan masih terbuka, termasuk dari bank ataupun dari capital market. Kami akan melihat mana opsi yang paling baik untuk perusahaan,” terang dia.
Sebagaimana diketahui TOBA tengah menjalankan dua proyek strategis di sektor energi terbarukan. Pertama proyek PLTS Terapung Tembesi di Batam dengan kapasitas 46 MWp. Proyek hasil kolaborasi dengan PLN Nusantara Power ini telah mencapai tahap financial closing dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada semester II-2026.
Perseroan melalui entitas asosiasinya PT Adimitra Energi Hidro (AEH) juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) Sumber Jaya berkapasitas 6 MW yang telah resmi COD sejak 22 Januari 2025.
Baca Juga
IHSG Bisa Lanjutkan Penurunan, Sebaliknya Tiga Saham Dipimpin ARTO Ini Layak Dilirik
Dari sektor kendaraan listrik, anak usaha TOBA, Electrum, mencatat pertumbuhan pesat. Hingga 20 Juli 2025, sebanyak 5.406 unit motor listrik telah beroperasi atah melonjak 87% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini mencerminkan akselerasi TOBA dalam membangun ekosistem mobilitas listrik di Indonesia.
Sedangkan dari sisi kinerja keuangan, TOBA membukukan pendapatan konsolidasian sebesar US$ 172,2 juta pada semester pertama 2025 atau anjlok dari periode sama tahun sebelumnya. Penurunan drastis ini memicu rugi periode berjalan menjadi US$ 115,34 juta pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 40,48 juta.
Segmen pertambangan dan perdagangan batu bara menyumbang 53% dari total pendapatan. Angka ini mencerminkan langkah nyata TBS dalam mengurangi ketergantungan terhadap batubara dan memperluas portofolio energi rendah karbon.

