IHSG kembali Cetak Rekor 7.641, Sejumlah Saham Ini Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/7/2025), dibuka melesat dengan kenaikan lebih dari 94 poin (1,23%) ke tertinggi baru sejak Oktober 2024 level 7.641. Penguatan ditopang kenaikan seluruh sektor saham.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan saham sektor keuangan, sektor material dasar, sektor property, sektor energi, sektor material dasar, dan sektor infrastruktur. Kenaikan juga melanda saham sektor konsumer non primer.
Baca Juga
Transaksi Saham Archi (ARCI) Dibuka Kembali, Penguatan Harga Berlanjut?
Saham dengan penyumbang utama kenaikan tersebut datang dari emiten big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penguatan juga ditopang kenaikan saham SMMA yang kembali cetak auto reject atas (ARA). Kenaikan juga melanda saham SSIA, PGUN, dan AADI.
Sedangkan saham dengan kenaikan paling tinggi dicatatkan saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) sebanyak 24,86% menjadi Rp 1.155, PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) naik 22,54% menjadi Rp 870, dan PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) naik 19,93% menjadi Rp 27.225. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham KRAS, MERI, dan UDNG.
Pekan lalu, IHSG ditutp melesat sebanyak 231,58 poin (3,17%) menjadi 7.543,50. Kenaikan tersebut didukung penguatan pusat saham-saham big cap, yaitu saham DCII melesat 41,52% menjadi Rp 346.725, SMMA naik 43,9% menjadi Rp 22.700, CDIA menguat 70,7% menjadi Rp 1.665, BRPT naik 9,73% menjadi Rp 2.480, dan ASII naik 5,26% menjadi Rp 5.000.
Baca Juga
IHSG Bisa Menguat Awal Pekan Ini, Tiga Saham Dipimpin TOWR Dijagokan
Sedangkan kenaikan indeks dari sisi sectoral ditopang penguatan sektor teknologi sebanyak 14,41%, sektor infrastruktur sebanyak 7,20%, dan sektor industry 6,20%. Sebaliaknya penurunan hanya melanda saham sektor energi 0,45% dan sektor transportasi sebanyak 0,02%.
Pemodal asing terungkap masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 134,79 miliar, meskipun indeks mencatatkan lompatan pesat. Hanya saja nilai mengalami penurunan drastic dari torehan pekan sebelumnya dengan net sell sebanyak Rp 1,63 triliun. Berdasarkan data penyumbang terbesar net sell saham pekan ini, yaitu saham BBCA sebanyak Rp 802,40 miliar, BMRI mencapai Rp 567,57 miliar, ANTM sebanyak Rp 210,48 miliar, SSIA senilai Rp 179,06 miliar, dan NSSS mencapai Rp 175,24 miliar.

