Transaksi Saham Archi (ARCI) Dibuka Kembali, Penguatan Harga Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan (unsuspensi) perdagangan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) setelah mengalami suspense lebih dari satu hari bursa sejak 22 Juli 2025. Selain itu, saham ARCI akan ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Manajemen BEI dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu menyebutkan bahwa suspense atas perdagangan saham ARCI di buka kembali di pasar regular dan pasar tunai mulai sesi I, 28 Mei 2025. Saham ARCI juga masuk dalam papan pemantauan khusus dengan kreteria 10, yaitu perdagangan sahamnya dihentikan lebih dari satu hari bursa.
Baca Juga
Archi (ARCI) Putuskan Tak Bagikan Dividen, Ini Penjelasan Manajemen
Sebelumnya transaksi saham emiten yang dikendalikan Rajawali Group milik Peter Sondakh ini dihentikan sementara oleh BEI, menyusul lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir. Data BEI mengungkap kenaikan saham ini telah mencapai 213,52% menjadi Rp 765 sepanjang year to date (ytd). Sedangkan dalam sebulan terakhir telah terjadi kenaikan lebih dari 16%.
Emiten produsen emas ini seblumnya telah menemukan kandungan bijih emas kadar tinggi sebesar 60 gram/ton dengan ketebalan 36 meter (m) dari kedalaman 178 m sampai 241 m. Bijih emas ini teridentifikasi berada di bagian utara Koridor Timur.
Baca Juga
IHSG Bisa Menguat Awal Pekan Ini, Tiga Saham Dipimpin TOWR Dijagokan
Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra menyampaikan, hasil eksplorasi intersepsi emas yang didapat oleh ARCI lebih tinggi, dibandingkan beberapa tambang emas lainnya. Grade emas perseroan hampir dua kali lipat lebih besar, lebih tebal, dan kedalamannya lebih dangkal, sehingga potensi untuk kembangkan cadangan emas sangat terbuka lebar.
Dia menambahkan, penemuan ini pada dasarnya baru permulaan lantaran aktivitas eksplorasi ARCI masih terus berlanjut. Dari situ, ia menyatakan belum bisa menginformasikan potensi cadangan emas yang bisa diperoleh ARCI dari temuan di bagian utara Koridor Timur, termasuk potensi penambahan usia tambang perusahaan tersebut. “Cadangan kami masih berkembang dan usia pertambangan kami juga terus berkembang,” imbuh dia.

