Top! IHSG Ditutup Melesat ke Rekor Tertinggi Tahun Ini 7.469, Saham Ini Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/7/2025), berhasil ditutup torehkan tertinggi baru tahun 2025 level 7.469. Bahkan, level penutupan tersebut tercatat yang tertinggi sejak 5 November 2024. Pencapaian ini didukung lompatan indeks hari ini sebanyak 124,49 poin (1,69%) menjadi 7.469,23 dengan nilai transaksi Rp 13,63 triliun.
Lompatan IHSG tersebut ditopang penguatan pesat sejumlah saham big cap, seperti DCII melesat 19,99% ke level tertinggi baru sepanjang masa menjadi Rp 346.725. Saham PANI melesat 10,78% menjadi Rp 16.700, ASSI melesat 5,54% menjadi Rp 4.950, TPIA naik 2,55% menjadi Rp 9.050, dan AMMN menguat 1,26% menjadi Rp 8.050.
Baca Juga
Tonggak Baru Toyota: Mobil Listrik bZ4X Kini Dirakit di Indonesia
Penguatan juga didukung kenaikan seluruh sektor saham, tertinggi dicatatkan saham sektor teknologi naik 7,93%, sektor industry menguat 2,91%, sektor property menguat 2,39%, sektor material dasar naik 2,05%, sektor konsumer primer 1,09%, dan sektor keuangan 0,53%.
Kenaikan juga didukung penguatan sejumlah saham hingga auto reject atas (ARA) berikut, yaitu saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) naik 34,78% menjadi Rp 93, PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) naik 34,13% menjadi Rp 224, dan PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) naik 34,04% menjadi Rp 252.
ARA juga melanda saham PT Argo Pantes Tbk (ARGO) naik 25% menjadi Rp 1.550, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) naik 25% menjadiR p 1.100, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 19,99% ke harga tertinggi baru sepanajng masa Rp 346.725. Meski tak ARA, saham PT Arthavest Tbk (ARTA) melambung 18,96% menjadi Rp 3.890.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham MERI kembali ARB tiga hari beruntun dengan penurunan hari ini 14,63% menjadi Rp 350, PAMG turun 12,50% menjadi Rp 84, PANR turun 9,09% menjadi Rp 1.000, JATI turun 8,70% menjadi Rp 147, AYLS melemah 7,76% menjadi Rp 107, dan INDR melemah 7,53% menjadi Rp 2.580.
Baca Juga
Harga CPO Global Menguat, Saham Emiten Sawit Berpotensi Cuan di Tengah Risiko Tarif Trump
Kemarin, IHSG melemah sebanyak 53,45 poin (0,72%) menjadi 7.344,74. Pelemahan ini merupakan yang pertama setelah 11 hari menguat 7,76% terhitung sejak 7 Juli 2025 hingga kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 561,75 miliar.
Penurunan tersebut juga dipicu penurunan dalam saham-saham big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti TPIA anjlok 5,36% menjadi Rp 8.825, BRPT melemah 7,95% menjadi Rp 2.200, dan BREN turun 0,32% menjadi Rp 7.875, ANTM anjlok 7,21% menjadi Rp 2.960, AMMN turun 1,24% menjadi Rp 7.950, dan PANI melemah 3,52% menjadi Rp 15.075
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) sebanyak 34,09% menjadi Rp 236 dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) ARA dengan kenaikan 24,82% menjadi Rp 880. Kenaikan pesat juga melanda saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) melesat 19,34% menjadi Rp 1.820 dan PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) sebanyak 16,67% menjadi Rp 980.

