IHSG Bisa Menguat Awal Pekan Ini, Tiga Saham Dipimpin TOWR Dijagokan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/7/2025), diprediksi bergerak dalam rentang 7.470-7.550. Pergerakan akan dipengaruhi fokus investor terhadap rilis laporan kinerja keuangan emiten kuartal II-2025. Saham pilihan BRIS, TOWR, dan EMTK.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa jika indeks berhasil menembus level resistance 7.550, terbuka peluang lanjutkan kenaikan ke level selanjutnya 7.800. Pergerakan akan dipengaruhi katalis rilis kinerja keuangan emiten semester I.
Baca Juga
Begini Prediksi IHSG Pekan Depan, Tiga Saham BRMS, ADRO, dan TOBA Jadi Pilihan Teratas
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia akhir pekan lalu, seperti penguatan Dow Jones sebanyak 0,47%, S&P500 mencapai 0,40%, dan Nasdaq menguat 0,24%. Begitu juga dengan bursa saham Eropa ditutup bervariasi dengan kecenderungan menguat.
Di tengah peluang penguatan indeks awal pekan ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli tiga saham, yaitu BRIS dengan target harga Rp 3.000-3.100, TOWR dengan target harga Rp 700-735, dan EMTK dengan target harga Rp 635-655. Sebaliknya saham JPFA direkomendasikan jual.
Pekan lalu, IHSG ditutp melesat sebanyak 231,58 poin (3,17%) menjadi 7.543,50. Kenaikan tersebut didukung penguatan pusat saham-saham big cap, yaitu saham DCII melesat 41,52% menjadi Rp 346.725, SMMA naik 43,9% menjadi Rp 22.700, CDIA menguat 70,7% menjadi Rp 1.665, BRPT naik 9,73% menjadi Rp 2.480, dan ASII naik 5,26% menjadi Rp 5.000.
Baca Juga
Begini Prediksi IHSG Pekan Depan, Tiga Saham BRMS, ADRO, dan TOBA Jadi Pilihan Teratas
Sedangkan kenaikan indeks dari sisi sectoral ditopang penguatan sektor teknologi sebanyak 14,41%, sektor infrastruktur sebanyak 7,20%, dan sektor industry 6,20%. Sebaliaknya penurunan hanya melanda saham sektor energi 0,45% dan sektor transportasi sebanyak 0,02%.
Pemodal asing terungkap masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 134,79 miliar, meskipun indeks mencatatkan lompatan pesat. Hanya saja nilai mengalami penurunan drastic dari torehan pekan sebelumnya dengan net sell sebanyak Rp 1,63 triliun. Berdasarkan data penyumbang terbesar net sell saham pekan ini, yaitu saham BBCA sebanyak Rp 802,40 miliar, BMRI mencapai Rp 567,57 miliar, ANTM sebanyak Rp 210,48 miliar, SSIA senilai Rp 179,06 miliar, dan NSSS mencapai Rp 175,24 miliar.

