Jelang Rilis Kinerja Semester I, Saham Hartadinata (HRTA) Menuju Rp 800
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) disebut-sebut akan diangkat ke level Rp 800 dalam waktu dekat oleh sejumlah pelaku pasar, seiring dengan antisipasi rilis laporan kinerja keuangan semester I-2025 dengan perkiraan kembali catat lompatan. Peluang penguatan juga ditopang pola teknikal sahamnya dan stabilnya harga emas di level tinggi.
Hingga kuartal I-2025, HRTA membukukan lompatan pendapatan dari Rp 4,01 triliun menjadi Rp 6,78 triliun. Begitu juga dengan laba bruto melesat dari Rp 258,60 miliar menjadi Rp 343,05 miliar. Laba bersih tahun berjalan juga tumbuh pesat dari Rp 102,73 miliar menjadi Rp 149,93 miliar.
Baca Juga
Bos Hartadinata (HRTA): “Bullion Bank” Bisa Ubah Perilaku Konsumtif Jadi Produktif
Sebelumnya, HRTA mematok target pertumbuhan pendapatan sebanyak 47% menjadi Rp 27 triliun dan laba bersih naik 35% menjadi Rp 600 miliar tahun ini. Strategi utama perusahaan adalah memperkuat penetrasi pasar melalui produk emas batangan dan ekspansi gerai ritel di luar Pulau Jawa.
“Target kami tahun ini cukup agresif, dengan fokus utama pada peningkatan volume penjualan emas batangan yang saat ini menyumbang 80% dari total penjualan,” kata Direktur Business & Operation Hartadinata, Yudho Jatmiko.
Sementara itu, kontribusi perhiasan emas terhadap penjualan tercatat sebesar 20%. Menurut Yudho, tren pascapandemi menunjukkan masyarakat lebih memilih emas batangan sebagai instrumen investasi dibandingkan perhiasan, seiring naiknya harga emas dunia.
Baca Juga
Bos Hartadinata (HRTA): “Bullion Bank” Bisa Ubah Perilaku Konsumtif Jadi Produktif
Untuk mendukung target tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp 150 miliar tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk integrasi pabrik, termasuk pembangunan gedung dan pembelian mesin baru guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.
Di sisi lain, Hartadinata akan memperluas jaringan ritel dan unit gadai terutama di luar Jabodetabek. Ekspansi akan difokuskan ke kota-kota besar dan menengah di luar Pulau Jawa, untuk menjangkau basis pelanggan yang lebih luas.

