Laba Bersih Hartadinata (HRTA) Semester I-2025, Naik Hampir 70%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 348,5 miliar pada semester I-2025. Raihan ini naik hampir 70%, tepatnya 69,48% dari laba bersih periode sama tahun lalu mencapai Rp 205,62 miliar.
Perusahaan manufaktur perhiasan emas dan emas batangan terintegrasi di Indonesia itu, mengumumkan kinerja yang membanggakan untuk periode Januari-Juni 2025. Pendapatan perseroan di paruh pertama tahun ini melesat 82,6% (yoy) menjadi Rp 15,05 triliun.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Raih Perpanjangan Waktu untuk Fasilitas Kredit Rp 2,7 Triliun
Pertumbuhan pendapatan perseroan terutama didorong oleh tingginya realisasi penjualan emas batangan, yang telah mencapai Rp 13,7 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut lebih tinggi 24,3% dengan total 8,1 ton, dari target yang dipatok manajemen sebesar 6,5 ton untuk periode semester I-2025.
Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto, mengaku sangat bangga dengan pencapaian tersebut. Menurutnya, tingginya realisasi penjualan emas batangan mencerminkan kepercayaan pasar terhadap produk perseroan dan efektivitas strategi distribusi yang telah dijalankan, “Keberhasilan kami melampaui target penjualan hingga 24,3% pada semester pertama, bukan hanya indikator pertumbuhan yang sehat, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun,” tegas ,” tulis Sandra dalam keterangan resmi, Selasa (29/7/2025)..
Pada semester I-2025, total aset perseroan meningkat dari Rp 5,96 triliun menjadi Rp 6,8 triliun atau tumbuh 14,1% (yoy). Peningkatan ini terutama didorong oleh bertambahnya nilai persediaan dan kas, yang secara kolektif mencapai Rp 4,81 triliun.
Baca Juga
3 'Trending' Kripto yang Diprediksi Bakal Meledak Bulan Depan
Kedua komponen tersebut merupakan aset lancar yang bersifat likuid. Hal ini tidak hanya mencerminkan kekuatan struktur keuangan perusahaan, tetapi juga memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam mendukung kegiatan operasional. “Nilai persediaan dan kas juga memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kewajiban jangka pendek jika diperlukan sewaktu-waktu,” sambung Sandra.
Sementara itu, total liabilitas perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 16,4%, dari Rp 3,61 triliun menjadi Rp 4,2 triliun. Kenaikan ini sebagian besar berasal dari peningkatan pinjaman bank dan penerbitan obligasi, yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan, serta mendukung ekspansi anak usaha di sektor pegadaian. Pendanaan tersebut turut membantu kegiatan usaha yang kemudian berdampak terhadap pertumbuhan pendapatan, dengan kenaikan sebesar 82,7% pada tingkat konsolidasi, serta meningkatkan pendapatan anak usaha hingga 58,9%.
Sekretaris Perusahaan Hartadinata Abadi, Ong Deny pun menegaskan, peningkatan liabilitas pada semester pertama tahun ini merupakan bagian dari strategi pendanaan yang terencana. Manajemen mengarahkan fasilitas pendanaan untuk memperkuat modal kerja, serta mendorong ekspansi bisnis, khususnya di lini usaha gadai. “Pendanaan ini memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan pendapatan Perseroan dan anak usaha, sekaligus mempertegas kesiapan kami dalam menangkap peluang pasar yang terus berkembang,” ucap Deny.
Baca Juga
Target Pendapatan Hartadinata (HRTA) Naik 47% di 2025, Emas Batangan Jadi Andalan
Dengan dukungan struktur keuangan yang solid, pencapaian kinerja yang melampaui target, serta komitmen terhadap tata kelola yang bertanggung jawab, perseroan memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri emas nasional.
Hartadinata juga menunjukkan keseriusannya dalam memenuhi standar internasional melalui proses sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) untuk fasilitas pemurnian emasnya, yang ditargetkan rampung sebelum akhir 2025.
“Langkah ini tidak hanya memperkuat kredibilitas perseroan di mata pasar global, tetapi juga membuka peluang untuk menjangkau pasar ekspor secara lebih luas. Dengan fondasi yang kokoh dan strategi pertumbuhan berkelanjutan, kami optimistis dapat terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan di tahun-tahun mendatang,” pungkas Sandra.

