Mirae Asset Selektif Bawa Emiten IPO 2025, Tunggu Momen Pasar Lebih Kondusif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menerapkan pendekatan selektif dan berhati-hati dalam membawa perusahaan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) saham dan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2025.
“Penjajakan tetap berjalan, tapi kita bersikap hati-hati untuk membawa emiten IPO saham sekarang, karena pasar juga masih susah. Jadi, nanti kalaupun kita mau membawa IPO ke market, kita mau meyakinkan banget memang itu baik dan berkualitas untuk pasar. Jadi, kita juga agak hati-hati juga sekarang memilih project-project IPO saham tersebut,” ujar Direktur Mirae Asset Sekuritas Arisandhi Indrodwisatio di Jakarta, Rabu, (23/7/2025).
Baca Juga
Euforia IPO Saham dan Sektor Keuangan Dorong IHSG ke Level Psikologis, Bagaimana Selanjutnya?
Arisandhi mengungkapkan, Mirae Asset Sekuritas kini tengah berdiskusi dengan sejumlah calon emiten untuk mengkaji potensi IPO saham. Beberapa perusahaan telah masuk dalam daftar pipeline, namun prosesnya masih berada pada tahap evaluasi dan diskusi intensif.
“Sebetulnya ada beberapa di pipeline (antrian), cuma saya nggak bisa sebut namanya. Tapi memang itu masih kita proses, masih diskusi dengan pihak calon emitennya. Tapi, timbang-timbang kayanya mereka sepertinya masih merasa saat ini juga bukan momen yang pas juga buat mereka sendiri,” ujar dia.
Meski bersikap hati-hati, Arisandhi menegaskan, Mirae Asset memiliki sumber daya dan dukungan penuh dari kantor pusat untuk menjalankan proses IPO secara profesional dan optimal. Informas saja, Mirae Asset Sekuritas tercatat belum mengantarkan perusahaan untuk menggelar IPO di pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat 1,22% Menjadi Rp 7.560, Saham Big Bank Mendominasi
Di sisi lain, BEI menyampaikan sebanyak 5 perusahaan sedang dalam antrean (pipeline) pencatatan perdana saham. Dari jumlah tersebut, 4 perusahaan tergolong memiliki aset besar dengan nilai di atas Rp 250 miliar.
Satu perusahaan lainnya berada pada kategori skala menengah dengan total aset antara Rp 50 - Rp 250 miliar. Sementara itu, belum ada perusahaan beraset kecil di bawah Rp 50 miliar yang tercatat dalam pipeline IPO pada pekan ketiga Juli 2025 ini. BEI mencatatkan sampai dengan 18 Juli 2025 tercatat sebanyak 22 perusahaan telah melantai di pasar modal, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 10,39 triliun.

