IHSG Sesi I Melesat 1,22% Menjadi Rp 7.560, Saham Big Bank Mendominasi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (24/7/2025), lanjutkan lompatan sebanyak 91,11 poin (1,22%) ke tertinggi baru tahun 2025 level 7.560. IHSG bergerak dalam rentang 7.469-7.568 dengan nilai transaksi Rp 8,22 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor keuangan 3,30%, material dasar 0,77%, sektor industry 0,43%, sektor konsumer non primer 0,20%, hingga sektor property 0,29%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan kesehatan.
Baca Juga
Bank Jago Cetak Laba Rp 127 Milliar, Tumbuh 154% di Semester I 2025
Penguatan tersebut juga ditopang lompatan saham bank besar, seperti BBRI melesat 3,42% menjadi Rp 3.930, BBNI naik 3,17% menjadi Rp 4.230, BMRI menguat 2,78% menjadi Rp 4.810, BBCA naik 1,19% menjadi Rp 8.525, dan BRIS melesat 4,03% menjadi rp 2.840. Kenaikan juga ditopang penguatan saham AMMN hingga seluruh saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu.
Di tengah lompatan tersebut, sejumlah saham ini melesat PT Arga Pantes Tbk (ARGO) naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,84% menjadi Rp 1.935 dan PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) naik 19,97% menjadi Rp 18.925. Kenaikan juga melanda saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) sebanyak 26% menjadi Rp 63, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) naik 16,86% menjadi Rp 7.450, dan PT Charnic Capital Tbk (NICK) naik 10% menjadi Rp 1.210.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham PANR melemah 14% menjadi Rp 860, SHID turun 11,20% menjadi Rp 1.110, KOKA melemah 9,68% menjadi Rp 84, MEJA turun 9,59% menjadi Rp 66, dan SOLA melemah 9,24% menjadi Rp 108.
Baca Juga
Menanti Sejarah Baru: HUT ke-80 RI dan 48 Tahun Pasar Modal, IHSG Menuju 8.000?
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 124,49 poin (1,69%) ke tertinggi baru tahun ini 7.469,23 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 663,46 miliar oleh investor asing. Net buy terbanyak disumbangkan saham ASII Rp 366,63 miliar, ANTM Rp 70,82 miliar, dan AMMN Rp 66,01 miliar.
Penguatan pesat indeks didukung lompatan sejumlah saham big cap, seperti DCII melesat 19,99% ke level tertinggi baru sepanjang masa menjadi Rp 346.725. Saham PANI melesat 10,78% menjadi Rp 16.700, ASSI melesat 5,54% menjadi Rp 4.950, TPIA naik 2,55% menjadi Rp 9.050, dan AMMN menguat 1,26% menjadi Rp 8.050.
Kenaikan tersebut terdorong penguatan pesat seluruh sektor saham dipimpin saham sektor teknologi naik 7,93%, sektor industry 2,91%, dan sektor property 2,39%. Adapun saham auto reject atas (ARA) bertebaran, yaitu saham KOKA naik 34,78% menjadi Rp 93, AMAR naik 34,13% menjadi Rp 224, dan IMJS naik 34,04% menjadi Rp 252. ARA juga melanda saham ARGO naik 25% menjadi Rp 1.550, IMAS naik 25% menjadiR p 1.100, dan DCII melesat 19,99% ke harga tertinggi baru sepanajng masa Rp 346.725.

