Obligasi Dinilai Lebih Cuan dan Aman dari Properti untuk Investasi Pensiun
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah melemahnya pasar properti, obligasi pemerintah semakin dilirik sebagai pilihan investasi pensiun yang lebih menguntungkan, aman, dan likuid. Namun, survei Jakpat pada 2024 mencatat bahwa 24% Gen X (usia 45–60 tahun) masih menganggap properti sebagai instrumen ideal untuk pensiun, sementara yang memilih obligasi hanya 5%.
Menurut Dody Mardiansyah, Head of IPOT Fund & Bond, anggapan bahwa harga properti selalu naik dan bisa jadi sumber pendapatan pasif kini tak lagi sepenuhnya relevan. “Kenyataannya, harga properti tidak lagi naik signifikan. Banyak proyek mangkrak dan justru jadi beban. Properti kini berisiko stagnan, bukan aset produktif,” jelas Dody dalam analisis tertulis yang dirilis Rabu (23/7/2025).
Baca Juga
Pasar Obligasi Tumbuh 5,43% di Semester I-2025, Mski IHSG Melemah
Data dari Bank Indonesia mengonfirmasi pelemahan tersebut. Indeks Harga Properti Residensial hanya naik 1,39% (yoy) pada kuartal IV-2024 dan melambat menjadi 1,07% (yoy) pada kuartal I-2025 — di bawah laju inflasi nasional.
Tak hanya itu, BPKN mencatat 404 aduan terkait proyek properti sepanjang 2024, naik 28,6% dibanding tahun sebelumnya. Kasus wanprestasi dan proyek mangkrak menjadi risiko nyata bagi pensiunan yang mengandalkan properti sebagai sumber pendapatan.
Solusi Aman
Dody menegaskan bahwa obligasi pemerintah adalah pilihan rasional untuk investasi pensiun, karena menawarkan pendapatan pasif tetap melalui kupon (bunga), dijamin 100% oleh negara melalui undang-undang, dan bersifat likuid karena bisa diperjualbelikan di pasar sekunder kapan pun dibutuhkan.
Sebagai simulasi, jika seorang calon pensiunan menempatkan Rp 1 miliar di obligasi seri FR0097 dengan kupon tetap 7,125% per tahun, maka ia akan menerima pendapatan pasif sebesar Rp 71,25 juta per tahun atau Rp 35,62 juta setiap 6 bulan (gross), tanpa mengurangi pokok investasi.
Baca Juga
Harga CPO Global Menguat, Saham Emiten Sawit Berpotensi Cuan di Tengah Risiko Tarif Trump
“Dana pensiun seharusnya tidak terkunci di properti yang mangkrak atau rumah kontrakan yang kosong. Obligasi pemerintah lebih pasti dan produktif,” tegas Dody.
Dengan jatuh tempo di tahun 2043 dan potensi capital gain jika dijual di pasar sekunder, obligasi pemerintah memberi keunggulan berlimpah, yaitu aman, pasti, dan fleksibel.

