Pasar Obligasi Tumbuh 5,43% di Semester I-2025, Meski IHSG Melemah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja pasar obligasi Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif di paruh pertama tahun 2025, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penguatan pasar obligasi sebesar 5,43% year-to-date (YtD) hingga akhir Juni 2025.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengungkapkan bahwa Indeks Komposit Obligasi Indonesia (ICBI) naik ke level 414 per 30 Juni 2025 dari posisi 392,66 pada akhir 2024. “Ini menunjukkan bahwa pasar obligasi mampu tetap tumbuh, meskipun pasar saham sempat mengalami tekanan pada kuartal pertama,” jelas Mahendra dalam rapat pembahasan RUU APBN 2026 bersama DPR di Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Baca Juga
Sementara itu, IHSG tercatat melemah 2,15% secara YtD ke level 6.927,68 per akhir Juni 2025. Meski demikian, kondisi pasar saham dinilai mulai stabil di kuartal kedua setelah mengalami guncangan cukup signifikan pada tiga bulan pertama.
Dari sisi penghimpunan dana di pasar modal, hingga akhir Juni 2025, total fundraising telah mencapai Rp 142,6 triliun. Angka tersebut mencakup IPO saham bernilai Rp 6,69 triliun, penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak Rp 19,14 triliun, dan penerbitan obligasi korporasimencapai Rp 116,79 triliun. “Capaian ini bagian dari target Rp 200 triliun hingga akhir tahun,” tegas Mahendra.
Baca Juga
Tak hanya itu, bursa karbon Indonesia juga menunjukkan geliat positif, dengan nilai perdagangan mencapai Rp 77,95 miliar, melibatkan volume sebesar 1,59 juta ton CO₂ dari 112 pengguna jasa.
Kinerja pasar obligasi yang menguat di tengah tekanan IHSG ini menunjukkan adanya diversifikasi minat investor, sekaligus menjadi sinyal stabilitas sektor keuangan Indonesia di tengah dinamika global.

