Laba Bersih Wika Gedung (WEGE) hingga Kuartal II-2025 Turun, Manajemen Ungkap Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Laba bersih PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) pada semester I-2025 turun 97,77% (yoy) menjadi Rp 415,17 juta. Bandingkan dengan periode sama tahun lalu dengan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 18,63 miliar.
Penurunan laba bersih, sejalan dengan berkurangnya jumlah pendapatan perseroan sepanjang Januari-Juni 2025 sekitar 34,23% (yoy) menjadi Rp 907,81 miliar. “Di tengah tekanan eksternal, kami tetap fokus pada efisiensi, pemilihan proyek yang berkualitas, dan penguatan fundamental keuangan,” jelas Direktur Utama Wijaya Karya Bangunan Gedung, Hadian Pramudita dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu (23/7/2025).
Baca Juga
Manajemen menerangkan, pendapatan perseroan turun akibat pengetatan seleksi proyek dan penyesuaian pasar. Namun Hadian menegaskan bahwa Wijaya Karya Bangunan Gedung tetap berhasil menjaga profitabilitas di tingkat operasional.
Sedangkan tergerusnya laba bersih perusahaan pada enam bulan pertama tahun ini merupakan dampak peningkatan beban usaha dan beban keuangan. “Namun kami menunjukkan sinyal positif atas keberhasilan perusahaan menjaga margin kotor dalam kondisi pasar yang menantang,” imbuh Hadian.
Di tengah kondisi industri konstruksi yang penuh tantangan, manajemen mengeklaim, berhasil menjaga kinerja operasional secara solid. Dalam Laporan Keuangan Kuartal II Tahun 2025 yang belum diaudit (unaudited), anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini diklaim mencatat penguatan pada sisi efisiensi operasional dan struktur keuangan yang sehat. Hal tersebut ditandai dengan peningkatan margin dan perbaikan indikator leverage.
Baca Juga
Kinerja Keuangan Adhi Karya (ADHI) Turun Drastis di Semester I
Pada paruh pertama tahun ini, WEGE membukukan laba kotor sebesar Rp 107,72 miliar, meningkat sebesar 2,93% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Hal ini mendorong perbaikan margin laba kotor menjadi 11,87%, naik dari 7,58% pada kuartal II-2024. “Peningkatan ini menjadi bukti bahwa strategi efisiensi yang diterapkan perusahaan telah berjalan efektif,” menurut manajemen.
Efisiensi tersebut tercermin dari penurunan rasio beban pokok pendapatan (cost of goods sold/COGS) yang mengalami perbaikan signifikan dari 92,42% menjadi 88,13%. “Hal ini menunjukkan kemampuan adaptasi WEGE dalam mengelola biaya secara selektif dan produktif,” tambah mereka.
Dari sisi struktur keuangan, Wijaya Karya Bangunan Gedung menunjukkan posisi yang tetap solid. Rasio utang dengan ekuitas (debt to equity/DER) menjadi 0,97x, turun dari 1,20x pada akhir 2024.
Sementara, gearing ratio turun signifikan ke 0,07x dari sebelumnya 0,18x. “Hal ini menandakan pengelolaan utang yang semakin sehat, serta penguatan struktur permodalan yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan ke depan,” tutup manajemen.

