Jelang 80 Tahun HUT RI, Bisakah IHSG Tembus 8.000?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai memiliki peluang besar menembus level 8.000 tahun ini atau bertepatan Dasawindu HUT RI pada 17 Agustus 2025 atau 80 tahun kemerdekaan. Sejumlah katalis positif dinilai menjadi pendorong utama penguatan pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Mengacu pada perdagangan BEI Selasa, (22/7/2025), IHSG ditutup terkoreksi 53 poin (0,72%) ke level 7.344,73. Meski terkoreksi, IHSG sempat menyentuh level tertingginya sejak awal athun ke posisi 7.457,38.
Baca Juga
Gedung Putih Rilis Kerangka Kesepakatan Dagang AS-Indonesia, Pembicaraan Final Tengah Berlangsung
Pengamat pasar modal Panin Sekuritas, Reydi Octa, menilai hal tersebut cukup realistis, terutama mengingat tren penguatan IHSG yang telah berlangsung sejak Maret 2025. Tercatat, IHSG telah melonjak hampir 24% dalam periode tersebut.
"Momentum ini jelas kuat, dengan posisi saat ini di 7.360, dan target ke level 8.000 yang hanya terpaut jarak 8% dan bukan sesuatu yang tidak mungkin," ujar Reydi saat dihubungi investortrust.id Selasa, (22/7/2025).
Menurutnya, ekspektasi penurunan suku bunga di level domestik dan global menjadi katalis utama yang menopang sentimen pasar. Kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan ke level 5,25% dinilai memberikan angin segar bagi pasar. Serta penurunan tarif dagang Trump terhadap Indonesia yang ditetapkan turun menjadi 19% dari sebelumnya 32% dinilai berpotensi mendorong kepercayaan investor terhadap pasar domestik.
Sementara itu dari sisi historis, Reydi mengungkapkan secara musiman, dalam enam tahun terakhir IHSG cenderung mencatatkan penguatan pada bulan Agustus dibandingkan dengan penutupan bulan Juli.
Baca Juga
Gorontalo Minerals Menjadi Mesin Pertumbuhan Bumi Resources (BRMS) ke Depan, Bagaimana Sahamnya?
Ia juga menyoroti sejumlah saham unggulan yang berpotensi menjadi motor penggerak menuju level 8.000. Saham-saham big cap seperti BBCA, BBRI, ANTM, ADRO, ICBP, dan TLKM dinilai memiliki potensi rebound setelah sempat berada dalam fase sideways.
"Saat aliran asing mulai agresif di saham-saham penggerak IHSG ini, maka kesimpulannya 8.000 sangat mungkin dicapai di bulan Agustus, asalkan tak ada gejolak besar," pungkasnya.

