Bagikan

OJK Targetkan Reformasi Industri Modal Ventura, Fokuskan VCC pada Penyertaan Modal dan VDC Pembiayaan

Poin Penting

Struktur Penyaluran Modal Ventura Makin Terarah
Pembiayaan Tumbuh Positif, Perdagangan Dominan
Target 2026–2027 Fokus pada Penyertaan Modal dan Pembiayaan

JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri modal ventura, dengan target penyesuaian struktur penyaluran oleh perusahaan modal ventura (PMV) yang lebih terarah sesuai peran dan model bisnis masing-masing. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, hingga Mei 2025, struktur penyaluran PMV yang berkegiatan Venture Capital Corporation (VCC) dan Venture Debt Corporation (VDC) sudah mulai mengarah sesuai dengan target tersebut. 

“Per Mei 2025, PMV yang berkegiatan VCC didominasi oleh penyertaan modal senilai Rp 4,51 triliun atau sebesar 88,08% dari seluruh kegiatan modal ventura VCC, yang terdiri dari PMV VCC konvensional sebesar Rp 4,45 triliun dan PMV VCC syariah sebesar Rp 50,73 miliar,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Senin (21/7/2025). 

Baca Juga

OJK Sebut Industri Pindar Masih “Seksi” bagi Lender Luar Negeri

Sementara itu, lanjut Agusman, PMV yang berkegiatan sebagai VDC didominasi oleh pembiayaan senilai Rp 10,09 triliun atau sebesar 89,81% dari seluruh kegiatan usaha modal ventura VDC, yang terdiri dari PMV VDC konvensional senilai Rp 7,14 triliun dan PMV VDC syariah senilai Rp 2,95 triliun. 

“OJK melalui regulasi, roadmap, dan pengawasan aktif terus mendorong PMV untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan sesuai dengan target ke depan,” katanya. 

Sekadar informasi, sebelumnya OJK memaparkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahwa pada 2026-2027 ditargetkan sekurang-kurangnya 52-66% penyaluran modal ventura VCC dapat difokuskan pada penyertaan modal, dan minimum 41-66% dari aset VDC digunakan untuk pembiayaan. 

Terlepas dari itu, pembiayaan modal ventura hingga Mei 2025 tercatat Rp 16,35 triliun. Sektor perdagangan menjadi penyerap terbesar dengan nilai pembiayaan Rp 7,94 triliun, tumbuh 17,10% secara year on year (yoy). 

Baca Juga

OJK Prediksi Aset Penjaminan Tumbuh 6-8% hingga Akhir 2025

Sektor lainnya yang mendapat porsi signifikan antara lain informasi dan telekomunikasi Rp 2,40 triliun atau tumbuh 154,08% (yoy), penyewaan Rp 2,06 triliun atau turun 6,65% (yoy), serta aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja Rp 0,76 triliun atau naik 47,08% (yoy). 

“Pembiayaan modal ventura diperkirakan dapat tetap tumbuh positif pada tahun 2025, seiring dengan penguatan regulasi dan meningkatnya minat investor terhadap sektor riil dan usaha produktif,” ucap Agusman. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024