Buy Back Digelar, Saham BDKR Disebut bisa Menuju Rp 250
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) disebut bakal dikerek ke level Rp 250, seiring dimulainya pembelian kembali (buy back) saham maksimal 10%. Peluang penguatan juga didukung faktor teknikal dan peluang pulihnya pertumbuhan kinerja keuangan.
BDKR dalam pengumuman resminya di BEI menyebutkan bahwa dana senilai Rp 80,32 miliar untuk buy back saham dalam kondisi pasar berfluktuasi. Buy back akan dilaksanakan dalam rentang 18 Juli hingga 17 September 2025. Saham buy back tersebut akan disimpan sebagai saham treasury dalam jangka waktu paling lama tiga tahun.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Empat Saham Dipimpin BREN dan CUAN Layak Dilirik
Seorang sumber dari pasar menyebutkan bahwa langkah pelaksanaan buy back bisa menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga sahamnya. Apalagi saham BDKR masih berada di bawah rata-rata penutupan akhir tahun lalu.
Perseroan sebelumnya telah meraih kontrak baru sebanyak Rp 48,7 miliar dari PT Siemens Gamesa Rebewable Energy untuk penyediaan crane super heavy lift t dalam rangka perawatan 16 wind tower yang berlokasi di Tolo, Sulawesi Selatan.
Baca Juga
Hingga kuartal I-2025, perseroan mencatatkan pendapatan bernilai Rp 107,72 miliar dengan laba kotor sebanyak Rp 44,82 miliar. Laba usaha mencapai Rp 12,60 miliar dan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 4,58 miliar.

