IHSG Dibuka Terbang 0,81% ke Rekor Tertinggi Baru Tahun Ini, CDIA dan COIN kembali ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/7/2025), dibuka terbang 59,02 poin (0,81%) ke level tertinggi baru 7.346 di 2025. Sebelumnya level tertinggi IHSG di 7.324 pada 23 Januari.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham dipimpin saham sektor infrastruktur dan teknologi dengan kenaikan lebih dari 3%. Penguatan pesat juga melanda saham lainnya, seperti keuangan, energi, property, dan material dasar.
Baca Juga
Di tengah penguatan tersebut, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dibuka ARA dengan kenaikan 25% menjadi Rp 975 dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melesat 24,47% menjadi Rp 590. Sebagaimana diketahui kedua saham ini kemarin dikenaikan suspense usai melesat ARA dalam 6 hari beruntun. Kenaikan juga melanda saham TBMS, OKAS, dan JAWA.
Kemarin, IHSG cetak lompatan sebanyak 95 poin (1,32%) menjadi 7.287 dengan nilai transaksi Rp 12,16 triliun. investor asing akhirnya berbalik merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 636,31 miliar, yaitu BMRI Rp 183,03 miliar, BBRI Rp 159 miliar, dan TLKM Rp 139,89 miliar.
Baca Juga
Begini Target Baru Saham Darma Henwa (DEWA) di Tengah Potensi Berlanjutnya Lonjakan Laba
Kenaikan sejalan lompatan saham sektor teknologi sebanyak 7,21% setelah saham DCII dan EDGE melesat. Selanjutnya saham sektor infrastruktur 2,54%, sektor transportasi 1,91%, sektor konsumer non primer 1,68%, sektor material dasar 1,02%, sektor keuangan 0,15%, dan sektor kesehatan 0,96%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry, property, dan energi.
Penguatan indeks hari ini didorong kenaikan saham konglomerasi, yaitu auto reject atas (ARA) saham DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 223.250. Indeks juga didorong penguatan saham BRPT sebanyak 8,46% menjadi menjadi Rp 2.180. Sedangkan saham tercuan hingga auto reject atas (ARA), yaitu OKAS naik 34,46% menjadi Rp 199, PEGE sebanyak 34,26% menjadi Rp 145, dan MERI naik 25% menjadi Rp 565. ARA juga melanda saham NRCA sebanyak 24,43% menjadi Rp 815, FMII naik 24,84% menjadi Rp 392, dan DCII melesat 19,99% menjadi Rp 223.250.

