ARA 6 Hari Beruntun, Saham CDIA dan COIN Akhirnya Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menghentikan sementara perdagangan (suspense) saham pendatang baru yang listing sejak 9 Juli 2025, yaitu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Suspensi dipicu atas kenaikan harga yang signifikan, bahkan mengalami penguatan auto reject atas (ARA) dalam enam hari secara beruntun.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham CDIA dan COIN, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham CDIA dan COIN pada 17 Juli 2025,” tulis pengumuman resmi BEI di Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Baca Juga
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini atau CDIA telah melambung sebanyak 310,52% dari harga IPO Rp 190 menjadi Rp 780. Lompatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham ini melambung dari Rp 23,71 triliun menjadi Rp 97,36 triliun.
CDIA sebelumnya menuntaskan IPO saham dengan melepas sebanyak 10% saham atau sebanyak 12,28 miliar dengan perolehan dana berkisar Rp 2,3 triliun. CDIA merupakan perusahaan holding investasi infrastruktur, bagian dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang memiliki sejumlah anak usaha memiliki empat pilar bisnis, yaitu pilar bisnis energi, pilar logistic, pilar kepelabuhan dan penyimpanan, dan pilar energi melalui perusahaan asosiasi.
Baca Juga
Saham Indokripto Koin Semesta (COIN) Terus Dibanjiri Investor Pasar Saham
Tak kalah dengan CDIA, COIN juga telah melambung pesat dalam enam hari perdagangan di bursa dengan kenaikan 374% dari Rp 100 menjadi Rp 474. Kenaikan tersebut menjadikan market cap emiten perdagangan aset investasi kripto ini melambung dari Rp 1,47 triliun menjadi Rp 6,97 triliun.
Lompatan harga COIN sejalan dengan tren positif pada pasar aset kripto. Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kembali berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa. Pada Senin (14/7/2025), Bitcoin untuk pertama kalinya berhasil menyentuh level US$ 122.838 per BTC. Antusiasme pasar terhadap hal ini terlihat dari meningkatnya volume perdagangan harian spot kripto di CFX yang sempat menyentuh Rp 3 triliun di akhir pekan lalu dari rata-rata harian di kisaran Rp 1 triliun sepanjang bulan Juli ini.

