Saham DCII Tembus ARA Dua Hari, Kekayaan Otto Toto Sugiri dan Tiga Pemegang Saham Ini Meroket
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mendadak melesat hingga auto reject atas (ARA) dalam dua hari beruntun. Penguatan tersebut menjadikan nilai kekayaan tiga pengendalinya, Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafi, melesat. Apakah rencana pemecahan nilai nominal (stock split) sahamnya segera direalisasikan?
Manajemen DCII sebelumnya mengonfirmasikan bahwa DCII memiliki rencana pelaksanaan pemecahan saham (stock split) sebagaimana dikomunikasikan melalui surat permohonan persetujuan prinsip pada 19 Februari 2024 kepada BEI. Corporate Secretary DCII, Gregorius Nicholas Suharsono pada April lalu menyebutkan bahwa proses stock split masih dalam penjajakan awal. Aksi korporasi tersebut akan dilakukan pada waktu tepat, sehingga membawa dampak positif bagi pemegang saham.
Baca Juga
DCII Bikin IHSG Melompat 1,16% di Sesi I, Kekayaan Tiga Pengendalinya Melesat
DCII masih berdiskusi dengan regulator untuk memastikan rencana stock split saham ini berjalan di waktu yang tepat dan bisa memberikan keuntungan positif bagi seluruh pemegang saham. “Jadi, memang kita belum bisa berbicara terlalu banyak terkait rencana stock split. Of course, kita menghimbau kepada media dan kepada pemangku kepentingan di pasar untuk selalu memonitor keterbukaan informasi dari perseroan terkait perlaksanaan stock split ini ke depannya,” bebernya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BE), saham DCII berhasil torehkan kenaikan hingga ARA dalam dua hari beruntun. Saham ini melesat dari level Rp 155.050 menjadi Rp 223.250 atau melambung sekitar 43,98%. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) pengembang data center ini melesat menjadi Rp 532 triliun atau peringkat 7 kategori market cap terbesar di BEI.
Sedangkan berdasarkan data, DCII merupakan emiten yang paling perkasa sejak listing perdana di BEI pada 6 Januari 2021. Hal ini tercermin dari lompatan harga saham DCII dari harga IPO Rp 420 per saham menjadi Rp 223.250 per saham hingga hari ini atau telah melesat 53.054,76% atau lebih dari 531 kali lebih dari empat tahun.
Baca Juga
Data Center DCI Indonesia (DCII) di Cibitung Diresmikan, Otto Toto Ungkap Sejumlah Fitur Canggih Ini
Terkait kinerja keuangan, DCII mengumumkan peningkatan pesat pendapatan dari Rp 354,41 miliar menjadi Rp 773,55 miliar hingga kuartal I-2025. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan pesat laba bruto dari Rp 203,39 miliar menjadi Rp 519,68 miliar.
Dengan kenaikan ini, laba periode berjalana DCII melesat dari Rp 142,79 miliar menjadi Rp 418,94 miliar hingga Maret 2025. DCII tercatat sebagai emiten dengan tingkat pertumbuhan laba pesat dalam lima tahun beruntun, yaitu tahun 2020 dengan laba Rp 183,14 miliar, 2021 senilai Rp 261,14 miliar, tahun 2022 meningkat menjadi Rp 367,84 miliar, tahun 2023 senilai Rp 514,23 miliar, dan tahun 2024 bertumbuh lebih pesat menjadi Rp 796,47 miliar.
Otto hingga Anthony
Berlanjutnya lompatan harga saham DCII tersebut menjadikan nilai kekayaan tiga pengendali DCII makin melimpah, yaitu Otto Toto Sugiri selaku pengendali dengan kepemilikan terbanyak 29,9% saham DCII catatkan kekayaan menjadi Rp 159,12 triliun.
Begitu juga dengan Marina Budiman selaku pengendali dengan menguasai 22,51% saham DCII torehkan kekayaan senilai Rp 119,77 triliun dari saham ini. Begitu juga dengan Han Arming Hanafia selaku pemegang 14,11% saham DCII catatkan kekayaan Rp 75,09 triliun.
Baca Juga
Tak hanya tiga pengendali tersebut, Anthoni Salim selaku investor DCII dengan kepemilikan 11,12% saham catatkan kekayaan makin menggunung menjadi Rp 59,16 triliun dari saham DCII.
Berdasarkan data Forbes Real Time hari ini, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman masuk dalam daftar top 5 penambahan kekayaan terbesar hari ini. Otto Toto Sugiri mencatat penambahan nilai kekayaan dalam sehari US$ 3 miliar menjadi US$ 10 miliar, kekayaan Marina Budiman bertambah US$ 2,3 miliar menjadi US$ 7,2 miliar, dan Han Arming bertambah US$ 1,4 miliar menjadi US$ 4,7 miliar.

