DCII Bikin IHSG Melompat 1,16% di Sesi I, Kekayaan Tiga Pengendalinya Melesat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Lompatan saham emiten yang dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafi bersamaan dengan kenaikan harga saham emiten Prajogo Pangestu dorong indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (17/7/2025), melesat sebanyak 83,32 poin (1,16%) menjadi 7.275. Pergerakan indeks di zona hijau sepanjang sesi dalam rentang 7.192-7.289 dengan nilai transaksi Rp 6,57 triliun.
Penguatan tersebut menjadikan nilai kekayaan Otto Toto Sugiri bertambah US$ 3 miliar menjadi US$ 10 miliar hari ini hingga menempatkan dirinya menduduki peringkat kelima sebagai orang terkaya di Indonesia. Kekayaan Marina Budiman bertambah US$ 2,3 miliar menjadi US$ 7,2 miliar atau menjadi orang terkaya ketujuh di Indonesia. Kekayaan Han Arming juga bertambah US$ 1,4 miliar menjadi US$ 4,7 miliar.
Baca Juga
Sambut Positif BI Rate Jadi 5,25%, Bank Mandiri Siap Perkuat Penyaluran Kredit
Penopang utama kenaikan indeks tersebut didukung lompatan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang dikendalikan Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 19,99% menjadi Rp 223.250. Harga penutupan tersebut mendekati level tertingginya sepanjang masa dan memperkokoh posisi DCII sebagai saham termahal di BEI.
Penguatan indeks juga didorong penguatan saham emiten Prajogo, seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 4,98% menjadi Rp 2.110, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebanyak 1,04% menjadi Rp 9.675, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 0,97% menjadi Rp 7.775. Sedangkan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) masih mengalami suspense.
Sedangkan dari sisi sektor saham, sektor teknologi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan 6,73. Disusul saham sektor infrastruktur 1,74%, sektor transportasi 2,20%, sektor konsumer non primer 1,06%, sektor energi 0,59%, dan sektor material dasar 0,50%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry dan property.
Baca Juga
Data Center DCI Indonesia (DCII) di Cibitung Diresmikan, Otto Toto Ungkap Sejumlah Fitur Canggih Ini
Penguatan indeks juga didukung kenaikan hingga auto reject atas (ARA) sejumlah saham ini, yaitu saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik 34,46% menjadi Rp 199, PT Meri Riana Edukasi Tbk (MERI) naik 25% menjadi Rp 565, dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) Naik 25% menjadi Rp 550. Meski tak ARA, PT Pulau Subur Tbk (PTPS) melesat 29,79% menjadi Rp 122.
Sedangkan saham dengan penurunan paling dalam, yaitu MFIN melemah 10,68% menjadi Rp 920, SINI melemah 9,76% menjadi Rp 3.050, FITT melemah 9,52% menjadi Rp 266, CSMI turun 8,28% menjadi Rp 8,28, dan PNSE melemah 8,15% menjadi Rp 845.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 51,55 poin (0,72%) menjadi 7.192 didukung penurunan BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5,25%. Meski demikian, pemodal asing masih melanutkan penjualan berish (net sell) saham mencapai Rp 1,09 triliun dengan penyumbang terbesar BMRI Rp 797,26 miliar, BBCA Rp 316,44 miliar, dan AMAR Rp 144,44 miliar.
Baca Juga
ARA 6 Hari Beruntun, Saham CDIA dan COIN Akhirnya Disuspensi
Penguatan ini ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 6,09%, sektor infrastruktur 1,82%, sektor transportasi 2,36%, sektor energi sebanyak 1,74%, sektor industri sebanyak 0,67%, sektor keuangan 0,16%, dan sektor kesehatan 0,22%. Sebaliknya penurunan hanya melanda sektor konsumer primer 0,08%.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CDIA naik 24,80% menjadi Rp 780, COIN naik 24,74% menjadi Rp 474, BLOG naik 24,79% menjadi Rp 755, dan MERI naik 24,86% menjadi Rp 452. ARA juga melanda NRCA sebanyak 24,76% menjadi Rp 655, ARGO naik 25% menjadi Rp 1.125, EDGE melesat 24,94% menjadi Rp 4.810, dan DCII mengaut 19,99% menjadi Rp 186.050.

