Pakuwon Jati (PWON) Marketing Sales Rp 1,6 Triliun, Bagaimana Target Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) diproyeksikan berhasil torehkan penjualan marketing (marketing sales) senilai Rp 1,6 triliun tahun 2024, dibandingkan tahun 2023 senilai Rp 1,34 trilun. Realisasi tersebut lebih tinggi target yang ditetapkan manajemen senilai R 1,5 triliun untuk tahun lalu.
Mandiri Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa peroleh tersebut lebih rendah sebanyak 4% dari perkiraan semula. “Berlanjutnya insentif PPN pembelian property menjadi faktor utama lonjakan marketing sales tersebut,” tulis analis Mandiri Sekuritas Robin Sutanto dan Danif Nouval Esfandiari dalam riset hari ini.
Baca Juga
DEN Sebut Pemerintah Kejar Potensi Pajak Sektor Informal, Bukan Underground
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa penyumbang terbesar marketing sales tersebut berasal dari penjualan rumah tapak, dibandingkan kondominium. Sedangkan target penjualan tahun 2025 ditargetkan meningkat sebanyak 20% dari realisasi tahun 2024. Hal ini mendorong dipertahakannya rekomendasi beli saham PWON dengan target harga Rp 680 per saham.
Pakuwon Jati (PWON) sebelumnya melalui anak usahanya, PT Grama Pramesi Siddhi, membuka dan mengoperasikan secara resmi mal terbarunya, Pakuwon Mall Bekasi. Mal yang berlokasi di kawasan Pekayon Raya, Bekasi Selatan ini, menelan investasi Rp 2,1 triliun.
Baca Juga
Pertumbuhan Emiten Properti 2025 Berlanjut, Begini Target Sahamnya mulai dari PANI hingga SMRA
Presiden Direktur Pakuwon Alexander Stefanus Ridwan Suhendra menyampaikan, tingkat okupansi gerai atau tenant di Pakuwon Mall Bekasi telah mencapai 95%. Tenant yang masuk juga beragam baik dari lokal hingga luar negeri.
“Kalau kita lihat mal-mal yang lain tenant yang buka hanya sedikit, tapi kita sudah 95% (tenant) buka. Jadi suatu rekor juga, pemecahan rekor tenant begitu antusias untuk membuka gerainya. Bahkan ada satu, yakni Aeon, sudah buka mulai tanggal 15 (November 2024) dan hasilnya juga luar biasa,” kata Alexander.
Grafik Saham PWON

