BREN hingga CUAN Berpeluang Masuk Indeks MSCI, Dana Asing Siap Mengalir
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) akhirnya mencabut perlakuan khusus atau exceptional treatment terhadap tiga saham milik taipan energi Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO), menjadi babak baru bagi ketiga saham tersebut dalam menarik minat investor asing.
Menurut Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakan, pencabutan ini bukan semata keputusan teknis, melainkan respons atas kritik pasar yang menilai kebijakan sebelumnya terlalu ketat dan menghambat saham-saham potensial. “Implikasi dari pencabutan ini sangat besar, saham-saham milik Prajogo kini punya peluang nyata masuk ke indeks MSCI, yang bisa mendorong arus dana asing masuk dan memperkuat posisi mereka di mata investor institusional global,” ujar Hendra kepada investortrust.id Senin, (14/7/2025).
Baca Juga
Dahsyat! Saham Grup Barito Melonjak, Prajogo Pangestu Panen Cuan Rp 73 Triliun dalam Sehari
Dari ketiga saham tersebut, Hendra melihat BREN sebagai kandidat paling kuat masuk ke indeks MSCI. Di mana kapitalisasi pasarnya sangat besar, melebihi Rp 700 triliun, likuiditasnya tinggi, dan secara sektor, BREN bergerak di energi terbarukan yang tengah menjadi primadona di pasar global.
Sedangkan CUAN menyusul dengan peluang besar karena kapitalisasi dan aktivitas perdagangan yang juga solid, sementara PTRO masih memiliki pekerjaan rumah dari sisi valuasi dan ukuran pasar.
“Jika ketiganya berhasil masuk ke indeks, manfaatnya bukan hanya pada penguatan harga saham, tapi juga reputasi emiten yang meningkat dan likuiditas pasar yang jauh lebih sehat,” terang dia.
Target Harga
Di sisi lain, lonjakan harga saham BREN, CUAN, dan PTRO pasca pengumuman MSCI memang sangat signifikan, masing-masing melonjak hingga 15-18% dalam sehari. Hal ini menimbulkan potensi terjadinya aksi ambil untung dalam jangka pendek.
Baca Juga
Saham Bank BUMN Terkoreksi Tajam, Analis: Momentum Emas untuk Value Investing
“Namun menurut saya, koreksi ini wajar dan justru bisa menjadi momen akumulasi jika arus dana asing terus mengalir dan MSCI benar-benar memasukkan saham-saham ini ke dalam konstituen mereka,” tutur Hendra.
Terlebih, Hendra menyampaikan saham-saham Prajogo belakangan menjadi penopang IHSG di tengah pelemahan saham-saham perbankan besar, menunjukkan bahwa sektor energi tetap menjadi motor utama penggerak indeks.
“Untuk target harga, saya menilai BREN berpotensi menguat hingga Rp 8.000, CUAN ke level Rp 17.000, dan PTRO ke Rp 4.200 dalam jangka menengah, didorong oleh momentum positif dari pencabutan perlakuan khusus, prospek masuk ke indeks MSCI, serta narasi pertumbuhan sektor energi yang terus bergaung,” pungkasnya.

