Bank Nasional Ceko Tambah Investasi di Palantir dan Coinbase, Soroti Minat pada AI dan Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Nasional Ceko (Czech National Bank) melakukan penyesuaian signifikan pada portofolio investasinya di Amerika Serikat (AS) selama kuartal kedua tahun ini.
Melansir CoinTelegraph, Senin (14/7/2025), berdasarkan pengajuan Formulir 13F ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC), bank sentral tersebut menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan teknologi Palantir Technologies dan memulai investasi baru di platform aset kripto Coinbase Global.
Dalam laporan tersebut terungkap bahwa Bank Nasional Ceko membeli 51.732 saham Coinbase dengan nilai lebih dari US$ 18 juta. Selain itu, mereka juga menambah 49.135 saham Palantir, sehingga total kepemilikannya di perusahaan analitik data tersebut mencapai 519.950 saham per akhir Juni 2025.
Langkah ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan aset digital.
Baca Juga
Gelar Pekan Anti Korupsi Kripto, Partai Demokrat AS Menentang RUU Aset Digital
Palantic, yang dikenal sebagai penyedia solusi big data dan AI, mencatat lonjakan harga saham sebesar 80% selama paruh pertama 2025, jauh melampaui kinerja indeks S&P 500 yang hanya naik 5,5%. Kenaikan tersebut dipicu oleh laporan keuangan yang solid dan antusiasme pasar terhadap teknologi AI.
Sementara itu, Coinbase menjadi sorotan usai bergabung dengan indeks S&P 500 pada Mei lalu, menjadikannya perusahaan kripto pertama yang masuk indeks saham paling bergengsi di AS. Saham Coinbase naik 41% selama enam bulan pertama tahun ini, dan terus menguat sekitar 60% dalam sebulan terakhir, menurut data Google Finance.
Meski begitu, Coinbase masih menghadapi tekanan kinerja. Pada kuartal I 2025, pendapatan turun 10% menjadi US$ 2 miliar, dengan laba bersih merosot 95% menjadi US$ 66 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kerugian sebesar US$ 596 juta atas kepemilikan aset kripto.
Baca Juga
Pendapatan dari transaksi juga menurun 18,9% menjadi US$ 1,26 miliar, mencerminkan melemahnya aktivitas perdagangan kripto akibat ketidakpastian regulasi dan tarif di bawah pemerintahan Donald Trump.
Di tengah tekanan kinerja, Coinbase tetap agresif memperluas bisnisnya. Pada Mei 2025, perusahaan mengumumkan rencana akuisisi platform perdagangan opsi kripto Deribit senilai US$ 2,9 miliar. Akuisisi ini diharapkan memperkuat posisi Coinbase di pasar derivatif aset digital.
Baru-baru ini, Coinbase juga mengakuisisi Liquifi, sebuah platform manajemen token yang fokus pada proyek tokenisasi tahap awal. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapabilitas manajemen kapitalisasi token, jadwal vesting (penguncian dan pelepasan bertahap token kripto), serta kepatuhan guna mendukung pertumbuhan ekosistem kripto yang lebih luas.

