Awali Pekan, Rupiah Tertekan dari Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) Rupiah tertekan dari dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (14/7/2025) awal pekan. Data Bloomberg mengungkap, kurs rupiah melemah 18,5 poin (0,11%) ke level Rp 16.236 per dolar AS.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro, mengatakan, pergerakan kurs akan dipengaruhi aksi tunggu investor terhadap rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Juni dan dimulainya musim laporan keuangan kuartal kedua, yang akan menjadi kunci dalam menilai dampak tarif dan inflasi terhadap pendapatan perusahaan.
Baca Juga
IHSG Dibuka Melesat 0,56% Terdorong Saham Emiten Prajogo Pangestu Ini
"Fokus pasar juga akan tetap tertuju pada perkembangan lebih lanjut terkait perdagangan menjelang batas waktu tarif 1 Agustus," kata Andry dalam keterangan tertulis, Senin (14/7/2025).
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengenakan tarif sebesar 30% terhadap sebagian besar impor dari Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus, menyusul gagalnya perundingan dagang.
Uni Eropa dan Meksiko termasuk di antara 23 negara yang menerima pemberitahuan tarif resmi, dengan tarif berkisar antara 20% hingga 50%, termasuk bea masuk sebesar 50% untuk tembaga. Tarif sektoral seperti 50% untuk baja dan 25% untuk otomotif, tetap berlaku.
Baca Juga
Uni Eropa merespons dengan memperpanjang penangguhan tindakan balasan hingga awal Agustus sambil melanjutkan negosiasi.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan blok tersebut akan mempertahankan pendekatan dua jalur: melanjutkan perundingan sambil mempersiapkan tindakan balasan.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyebut tarif tersebut tidak adil tetapi menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan masih dapat dicapai.

