Hujan Sentimen di AS, Bikin Kurs Rupiah Tertekan dari Dolar Awali Pekan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (28/7/2025) pagi, awali pekan. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah tergelincir 9 poin (0,06%) ke level Rp 16.329 per dolar AS.
Pasar bersiap menghadapi pekan yang padat dengan laporan keuangan perusahaan, keputusan kebijakan penting Federal Reserve, dan data ekonomi berdampak tinggi di AS.
Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 97,8 pada hari Jumat (27/7/2025) lalu, tetapi masih berada di jalur penurunan mingguan sebesar 0,8%, terburuk dalam sebulan, karena para pedagang mempertimbangkan perkembangan perdagangan dan mengantisipasi pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini.
"Minggu ini, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25% hingga 4,50% karena para pembuat kebijakan mempertahankan sikap hati-hati, mengadopsi pendekatan wait and see," kata Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro, Senin (28/7/2025).
Baca Juga
Menurut Andry Asmoro, pasar telah terdorong oleh laporan keuangan perusahaan yang kuat dan perkembangan perdagangan yang positif. PMI Komposit AS S&P Global naik menjadi 54,6 pada Juli 2025 dari 52,9 pada Juni 2025, menandai laju pertumbuhan tercepat di tahun 2025 dan ekspansi selama 30 bulan berturut-turut.
"Kenaikan ini didorong oleh aktivitas jasa yang kuat, yang tumbuh pada laju tercepat sejak Desember lalu," sambungnya.
Baca Juga
Dari sisi data, estimasi awal PDB AS diperkirakan akan menunjukkan rebound pertumbuhan AS menjadi 2,5% di triwulan II, setelah kontraksi 0,5% di Triwulan I yang didorong oleh lonjakan impor. Laporan ketenagakerjaan bulan Juli kemungkinan akan menunjukkan perlambatan dalam perekrutan, dengan data penggajian nonpertanian diperkirakan hanya naik 102 ribu, kenaikan terlemah sejak Februari.
Tingkat pengangguran mungkin naik tipis menjadi 4,2%, sementara rata-rata pendapatan per jam diperkirakan meningkat 0,3% per bulan. Sementara itu, indeks harga PCE bulan Juni diperkirakan naik 0,3%, dibandingkan dengan 0,1% pada bulan Mei, dengan pendapatan dan pengeluaran pribadi diperkirakan akan mengalami sedikit peningkatan.

