IHSG Dibuka Melesat 0,56% Terdorong Saham Emiten Prajogo Pangestu Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/7/2025), dibuka melesat bahkan sempat menembus level 7.136. Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG naik 39 poin (0,56%) menjadi 7.088. Penguatan ditopang kenaikan saham emiten Prajogo Pangestu.
Saham BREN melesat sebanyak 12,70% menjadi Rp 6.875, CUAN melesat 10,24% menjadi Rp 15.900, PTRO naik 8,78% menjadi Rp 3.470, CDIA pertahankan kenaikan ARA sebanyak 25% menjadi Rp 500, BRPT menguat 3,06% menjadi Rp 1.850. Sebaliknya TPIA satu-satunya saham Prajogo dengan kenaikan paling tipis hanya 1% menjadi Rp 9.900. Lompatan harga ini setelah MSCI Global Index mengumumkan pencabutan pengecualian metodologi perhitungan terhadap saham BREN, CUAN, dan PTRO.
Baca Juga
I-EU CEPA Tuntas, Indonesia Buka Pintu Investasi 27 Negara Uni Eropa
Sedangkan sektor saham dengan penguatan paling pesat dibukukan saham sektor infrastruktur 3,04%, sektor energi 2,58%, sektor material dasar 0,43%, sektor transportasi 0,75%. Sisanya mencatatkan penurunan dipimpin saham sektor keuangan dengan penurunan 0,55% dan teknologi 0,52%.
Tiga saham pendatang baru yang listing di BEI pekan lalu ini berhasil pertahankan penguatan dengan kenaikan hingga ARA, yaitu saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 25% menjadi Rp 500, PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) melesat 24,62% menjadi Rp 486, dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menguat 24,59% menjadi Rp 304.
Saham pendatang baru lainnya PT Prima Multi Usaha Indonesia tbk (PMUI) yang sempat torehkan penurunan hingga auto reject bawah (ARB) dalam dua hari beruntun di bursa berbalik melesat pagi ini dengan kenaikan 19% menjadi Rp 156. Sedangkan saham dengan penurunan paling dalam adalah MFIN, SHID, dan UDNG.
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil ditutup melesat sebanyak 182,24 poin (2,65%) menjadi 7.047,43. Kenaikan harga juga diimbangi dengan peningkatan rata-rata nilai transaksi harian saham lebih dari Rp 10 triliun.
Baca Juga
Restrukturisasi Pemegang Saham Tuntas, Saham WIRG Disebut bisa Menuju Rp 150
Kenaikan tersebut ditopang listing delapan saham baru setelah 6 saham berhasil mencatat kenaikan harga pesat hingga auto reject atas (ARA) pekan ini. Penguatan indeks tersebut juga ditopang kenaikan sebanyak 484 saham yang menguasai 53% kapitalisasi pasar saham. Sebaliknya hanya 238 saham yang cetak penurunan dan sebanyak 246 saham ditutup stagnan.
Penguatan tersebut juga ditopang penguatan pesat lima saham kapitalisasi pasar jumbo berikut, yaitu kenaikan sebanyak 5,72% saham BBRI, sebanyak 4,85% saham BMRI, sebanyak 16,13% saham BRPT, sebanyak 7,02% saham BREN, dan sebanyak 3,8% sahamm TLKM. Kenaikan juga ditopang penguatan seluruh sektor saham, terbesar saham sektor infrastruktur naik 6,51%, sektor keuangan 3,30%, sektor energi 3,85%, sektor material dasar 3,23%, dan sektor property 3%.
Meski IHSG mencatatkan lompatan hingga berada di atas level 7.000, pemodal asing terpantau masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,87 triliun. Nilai net sell tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan pekan lalu sebanyak Rp 2,77 triliun.

