Bitcoin Melesat ke Rekor Tertinggi Baru US$ 118.780, Reli Panjang di Depan Mata?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) melesat mencetak level harga tertinggi baru alias all time high (ATH) menembus US$ 118.780 pada Jumat (11/7/2025) pukul 16.40 WIB. Kenaikan tajam tersebut turut memicu likuidasi posisi short di pasar derivatif terbesar sepanjang tahun ini dengan nilai total likuidasi lebih dari US$ 1,13 miliar dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan harga Bitcoin tersebut juga mengangkat harga altcoin besar seperti ETH, DOGE, XRP, ADA, SUI, LINK, dan SOL yang rata-rata naik 5% lebih. Beberapa altcoin utama lainnya dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil seperti ALT, REZ, SAGA bahkan mengalami kenaikan 24 jam di sekitar 50%.
Likuidasi terbesar terjadi pada Bitcoin futures sebesar US$ 590 juta, diikuti ETH futures US$ 241 juta, dengan dua platform exchange global menjadi tempat paling banyak terjadinya forced close, masing-masing mencatat US$ 461 juta dan US$ 193 juta likuidasi. Diperkirakan sebanyak 237.000 trader terkena likuidasi akibat kenaikan lanjutan Bitcoin tersebut, dengan satu posisi short BTC-USDT terkena likuidasi terbesar senilai US$ 88,5 juta.
Lonjakan harga ini didorong oleh sentimen bullish yang kuat, terbukti dari open interest Bitcoin futures yang naik US$ 2 miliar hanya dalam 4 jam dan long short ratio yang kini condong ke posisi long (52%).
Baca Juga
Jadi Pilihan Safe Haven, Big Beautiful Bill Dongkrak Harga Bitcoin ke Rekor Baru ATH US$ 116.526
Analyst Reku Fahmi Almuttaqin menilai likuidasi short seller yang terjadi merupakan sinyal klasik “short squeeze”, di mana reli harga semakin cepat karena tekanan beli paksa dari likuidasi posisi short yang terlalu padat.
“Bagi investor kripto, momen ini menggarisbawahi pentingnya disiplin manajemen risiko dan tidak over leverage atau menggunakan posisi leverage dengan tingkat yang terlalu tinggi, terutama saat tren bullish di pasar kripto masih cukup kuat, meskipun pada situasi di mana katalis positif jangka pendek dirasa minim. Memiliki posisi di instrumen futures pada dasarnya digunakan untuk menyeimbangkan risiko seperti terhadap posisi yang dimiliki investor di pasar spot. Namun, banyak trader memanfaatkan pasar futures untuk lebih mengoptimalkan keuntungan dengan berspekulasi terhadap potensi pergerakan pasar. Hal ini membuat pasar futures dapat menjadi indikator sentimen pasar untuk memprediksi potensi arah pasar ke depan," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (11/7/2025).
“Lonjakan open interest dan perpindahan sentimen ke posisi long bisa membuka peluang kenaikan harga lanjutan dalam jangka pendek, tetapi volatilitas ekstrem tetap harus diantisipasi, karena reli berbasis likuidasi sering diikuti oleh fase konsolidasi atau retrace setelah euforia mereda,” sambung Fahmi.
Baca Juga
Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di US$ 112.000, Pasar Kini Nantikan Keputusan The Fed
Selain itu, posisi The Fed untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga yang ada saat ini pada pertemuan FOMC berikutnya juga terbilang masih relatif cukup kuat, hal ini mengingat belum adanya sinyal dari para pejabat The Fed termasuk Jerome Powell terhadap langkah penurunan suku bunga di bulan Juli ini. Perkembangan data ekonomi AS masih akan menjadi faktor penentu berlanjutnya reli yang ada, khususnya dalam jangka pendek.
“Terlepas dari potensi ketidakpastian yang ada, Bitcoin telah menunjukkan kekuatan permintaan yang sangat tinggi. Tren adopsi institusi seperti melalui strategi Bitcoin treasury, serta semakin diliriknya Bitcoin oleh para investor di pasar modal Amerika Serikat disinyalir menjadi faktor-faktor di balik peningkatan permintaan yang terjadi, selain juga permintaan dari para whale dan miner Bitcoin yang telah mengakumulasi selama bertahun-tahun yang
terlihat tidak melemah. Faktor-faktor tersebut berpotensi memperkuat level harga Bitcoin dalam setiap potensi fluktuasi ke depan, yang juga dapat mendukung potensi reli lanjutan apabila likuiditas semakin meningkat,” imbuh Fahmi.
Dari sektor Altcoin, sentimen ETF yang berpotensi dapat berkembang pada kuartal IV seiring dengan keterlibatan dan dukungan presiden Trump membuat aset-aset kripto selain Bitcoin tidak kalah menariknya. Koreksi harga yang terjadi dalam beberapa bulan kebelakang yang telah menempatkan mayoritas altcoin berada pada tingkat valuasi yang cukup rendah relatif terhadap level harga historisnya, dapat turut membuat daya tarik altcoin semakin meningkat.
Altcoin bergerak serupa, Ethereum naik 6% dalam sehari terakhir, sedangkan altcoin melambung lebih dari 10%, menunjukkan kekuatan pasar secara luas. Lalu short squeeze besar dorong reli, para analis berpendapat bahwa short squeeze besar adalah alasan di balik lonjakan harga tersebut.
"Anda akan kesulitan menemukan candle merah di pasar kripto hari ini. Ethereum naik 6% dalam sehari terakhir, dan aset kripto lain, terutama altcoin, telah melambung lebih dari 10%. Cardano (ADA) adalah salah satu aset yang mencatatkan kinerja terbaik," tulis manajemen Luno, Jumat (11/7/2025).
Sentimen “Greed” nyata terlihat pada Indeks Fear and Greed, sedangkan Indeks Kekuatan Relatif (RSI / Relative Strength Index) telah masuk ke area overbought (dibeli secara berlebihan), yang biasanya menandakan terjadinya volatilitas.
Para analis memperhatikan bahwa reli harga kali ini didorong short squeeze besar, di mana posisi bearish terpaksa ditutup untuk menutup kerugian, sehingga mendorong harga naik.
"Apa yang memicu kenaikan harga sehingga menyebabkan likuidasi? Alasannya belum terlalu jelas, namun para pemerhati pasar berpendapat bahwa peristiwa ini berasal dari aliran masuk ke ETF kripto yang besar, serta meningkatnya tekanan terhadap The Fed untuk segera menurunkan suku bunga," tulis Luno.

